Beranda Nasional KPK Jadi Lembaga Terpopuler 2017

KPK Jadi Lembaga Terpopuler 2017

BERBAGI

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi lembaga negara paling banyak muncul di media. Komisi antirasuah itu pun dinobatkan sebagai lembaga terpopuler 2017 oleh Public Relations Indonesia Award (PRIA). Penghargaan itu diberikan dalam ajang kompetensi kehumasan yang diadakan public relations (PR) Indonesia.

Selain lembaga terpopuler, KPK juga menyabet tiga kategori lain. Salah satunya Best PR Department. Ada pula program dan aplikasi yang mendapat penghargaan. Yaitu Medsos #tanyaJubir serta aplikasi Gratis2Go. Penilain itu dilakukan melalui monitoring pemberitaan melalui 20 koran nasional, 40 koran daerah dan 110 majalah mainstream di Indonesia sepanjang tahun 2017.

Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono yang mewakili KPK menerima penghargaan itu mengatakan penetapan KPK sebagai lembaga terpopuler itu merupakan hasil monitoring dan analisis kualitatif PR Indonesia dan PT ISENTIA. Penghargaan itu diberikan kepada para pemenang pada acara Malam penghargaan PR Indonesia Award (PRIA) 2018 di Surabaya pada Kamis (29/3).

”Jadi selain sebagai lembaga negara terpopuler 2017, KPK juga mendapat penghargaan dari kategori lain, yaitu penghargaan pada kategori aplikasi dan media sosial,” ujarnya. Aplikasi Gratis2Go terbilang paling menarik diantara penghargaan lain. Sebab, aplikasi itu merupakan inovasi dalam proses sosialisasi dan bimbingan teknis dalam memahami gratifikasi.

Mulai dari mengenal gratifikasi, batasan gratifikasi, pelaporan gratifikasi, perlindungan pelapor, mencegah gratifikasi, pidana gratifikasi, pengendalian gratifikasi, hingga peran serta masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi informasi ini, masyarakat termasuk penyelenggara negara bisa dengan mudah memahami gratifikasi. ”Dan bisa diakses kapanpun dan dimanapun,” kata Giri.

PR Indonesia Award (PRIA) 2018 itu merupakan kali ketiga. Selain kategori diatas, ada pula sembilan kategori penghargaan lain yang diberikan kepada para praktisi humas. Yaitu kategori Owned Media, Kanal Digital, Program PR, Program CSR, penanganan Krisis, Manual (pedoman) tata kelola kehumasan, departemen PR, Laporan Tahunan, hingga terpopuler di Media. (tyo/jpg)

loading...