KPU-Bawaslu Kabupaten Pangandaran Berpeluang Diminta Keterangan di MK

50
0
SIMULASI. Warga di Cibenda saat mengikuti simulasi pemilihan yang diselenggarakan KPU Kabupaten Pangandaran beberapa waktu lalu.

PANGANDARAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran berpeluang dimintai keterangan dalam sidang gugatan pemilu BPN 02 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Komisioner Bawaslu Kabupaten Pangandaran Gaga Abdillah saat dikonfirmasi oleh Radar mengatakan Kabupaten Pangandaran menjadi salah satu daerah yang tercantum dalam laporan pengawasan BPN 02.

Dimana dalam pengawasan tersebut disebutkan di Kabupaten Pangandaran ditemukan pemilih anomali. ”Ia disebutkan seperti itu,” ujarnya kepada Radar, Rabu (12/6).

Beberapa pemilih anomali tersebut, menurut dia, diantaranya pemilih yang lahir tanggal 31 Desember atas nama Noorazizah, data pemilih yang lahir tanggal 1 Januari bernama Iko Monika, serta data pemilih yang lahir tanggal 1 Juli atas nama Sarikem.

”Kemudian disebutkan bahwa pemilih anomali yang berusia diatas 90 tahun adalah Sariwi dan ada pemilih berusia di bawah umur bernama Iis Isah Nurjanah,” ungkapnya.

Menurutnya, pihak BPN 02, Tim TKN 01 serta KPU dan Bawaslu telah melakukan verifikasi faktual secara acak ke beberapa sample yang tersebar di 10 kecamatan. ”Sebenarnya untuk KPU sendiri sudah menyelesaikan semuanya, tapi kita lihat saja nanti,” jelasnya.

Gaga mengatakan pihaknya masih menunggu instruksi dari Bawaslu RI mengenai peluang pemanggilan tersebut. ”Ya nantinya bisa dihadirkan, bisa juga tidak dihadirkan,” ucapnya.

Sidang gugatan MK tersebut, menurut Gaga, rencananya akan dilakukan tanggal 14 Juni mendatang. Setelah gugatan pihak BPN 02 tersebut diregistrasi MK. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.