KPU & Bawaslu Kabupaten Tasik Dinilai Lalai Soal APS

17
0
Ilustrasi

SINGAPARNA – Sampai saat ini, KPU dan Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya belum kunjung menertibkan alat peraga sosialisasi (APS) pasangan calon dan baliho atau gambar program pemerintah yang memuat foto petahana.

Padahal, tahapan kampanye sudah memasuki hampir dua pekan. Sementara di lapangan masih banyak APS dan gambar serta baliho program Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang memuat foto petahana terpasang di jalan-jalan dan instansi pemerintah.

Baca juga : Pilbup Tasik, Warga Sirnagalih Cigalontang Tasik Dukung Azies-Haris

Padahal, dalam pemilu-pemilu sebelumnya ketika akan memasuki masa kampanye, semua alat peraga sosialisasi kandidat terlebih dulu ditertibkan oleh Bawaslu, KPU, Satpol PP dan Dishub.

Karena, dalam PKPU sudah dijelaskan bahwa alat peraga kampanye (APK) untuk kandidat difasilitasi oleh KPU, termasuk lokasi titik pemasangannya.

Mantan Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya Deden Nurul Hidayat mengatakan, dalam aturannya sudah jelas apabila memasuki masa kampanye, semua alat peraga sosialisasi di luar yang difasilitasi KPU harus ditertibkan atau dibersihkan.

Loading...

Sehingga tidak membingungkan masyarakat, apalagi masih banyak gambar-gambar kandidat yang tidak menjadi tampil sebagai pasangan calon masih terpasang.

“Artinya ini jangan dianggap sepele dan harus segera ditindaklanjuti oleh KPU dan Bawaslu yang mempunyai kewenangan dalam menyelesaikannya, mumpung tahapan kampanye belum terlalu lama,” ujarnya kepada Radar, Kamis (8/10).

“Saya tanda tanya, tahapan kampanye sudah berjalan cukup lama, tapi masih banyak baliho-baliho di luar yang difasilitasi KPU masih terpasang, apalagi pemasangannya tidak sesuai dan menyalahi aturan dari segi perda di pemerintah daerah,” katanya, menambahkan.

Kata dia, sudah seharusnya KPU bersama Bawaslu dan juga pemerintah daerah segera melakukan rapat koordinasi dalam hal penertiban APS, walaupun seharusnya sudah terjadi jauh-jauh hari.

“Membahas teknis penertiban atribut atau APS yang dipasang calon sebelum ditetapkan. Sudah jelas ada PKPU-nya, pemerintah daerah ada perda tentang ketertiban,” ujarnya.

“Kita memaklumi sebelum mendaftar, ditetapkan dan diberi nomor urut, para bakal calon dulu berikhtiar menyosialisasikan diri dengan APS. Namun sekarang sudah jelas masuk tahapan kampanye, jangan sampai membingungkan masyarakat dengan banyaknya alat peraga,” ucap pria yang juga menjabat sebagai komisaris PT Jaswita Provinsi Jawa Barat ini.

Pengamat politik, sosial dan pemerintahan Tasikmalaya Asep M Tamam sangat percaya kepada KPU dan Bawaslu yang mempunyai sistem dan aturan teknis, termasuk dalam menertibkannya. Diakui memang hari ini masih banyak terpasang APS di luar yang difasilitasi KPU.

“Bawaslu dan KPU punya sistem tentang penertiban APS calon ini. (Namun, Red) sekarang luput dari penertiban, mungkin ini menjadi sebuah kelalaian, kalau memang ada niat dan tercantum dalam aturannya maka ditertibkan saja secepatnya,” katanya.

Baca juga : 265 Warga Kota Tasik Positif Corona, Saat Ini Pemkot Terus Tracing

Lanjut dia, memang ditertibkannya APS para kandidat akan berpengaruh terhadap tingkat keterkenalan di masyarakat, walaupun tidak signifikan.

Karena, biasanya para kandidat memasang baliho sebanyak-banyaknya sebelum ditetapkan sebagai pasangan calon. Tapi, aturan tetap harus dilaksanakan, termasuk ketika harus ditertibkan. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.