KPU dan Polisi Hentikan Live Count Pilkada Tasik, Alasan Protokol Kesehatan

1142
1
radartasikmalaya
KPU) dan Polres Tasikmalaya, tiba-tiba menghentikan live real count penghitungan suara yang disiarkan dengan display besar di depan kantor
Loading...

KABUPATEN TASIK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Polres Tasikmalaya, tiba-tiba menghentikan live real count penghitungan suara yang disiarkan dengan display besar di depan kantor KPU pada Rabu (09/12) malam.

Penyelenggara beralasan banyaknya warga dan tim sukses yang menonton penghitungan suara secara live data masuk di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) menyebabkan kerumunan.

Dengan alasan Undang-Undang kesehatan di masa pandemi, kerumunan massa tersebut akhirnya dibubarkan petugas Kepolisian.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian sampai akhirnya live display di layar besar depan kantor kami dihentikan. Massa pun dibubarkan karena berpotensi kerumunan orang. Penghitungan suara kita alihkan live ke media sosial resmi KPU Kabupaten Tasik,” papar Ketua KPU Kabupaten Tasik, Zamzam Zamaludin, kepada wartawan di kantornya, Rabu malam.

Zamzam menerangkan, kepada masyarakat Kabupaten Tasik bisa langsung menyaksikan lanjutan penghitungan suara secara live di Instagram: kpukabtasik dan Facebook: KPUkabTasikmalaya.

Loading...

KPU pun menjamin penghentian live display manual di depan kantornya tak bermaksud dan bertujuan apapun apalagi ke arah kecurangan.

“Kami menjamin meski dialihkan live-nya ke medsos, tak ada unsur apa-apa. Karena pertimbangan kerumunan orang karena dipasang display secara live makanya dihentikan. Transparansi penghitungan suara masih dijaga,” terangnya.

Hal sama diungkapkan, Kepala Polres Tasikmalaya, AKBP Hendria Lesmana. Kata dia, penghentian display monitor live yang terpasang sebelumnya di depan kantor KPU sebagai upaya transparansi penghitungan suara.

Namun, karena display tersebut penontonnya menyebabkan kerumunan massa, maka terpaksa dihentikan dan dialihkan ke media sosial oleh KPU.

“Kita menjaga supaya tidak terjadi kerumunan. Makanya dihentikan display di depan kantor KPU, dan dialihkan pakai media sosial. Tadi, makanya kita langsung cari solusinya. Model media sosial pun jadi pilihan, sekarang sudah on live di medsos KPU,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Hendria, KPU pun telah memberikan link media sosial yang menayangkan live penghitungan suara kepada seluruh pasangan calon.

Hal ini, supaya memberikan ketentraman masyarakat saat proses penghitungan suara yang sedang berlangsung sampai sekarang oleh KPU Kabupaten Tasikmalaya.

“Kita sesuai Undang-undang kesehatan jangan menyebabkan kerumunan, kita berbuat baik supaya tak ada penyebaran corona dan menyebabkan klaster baru,” pungkasnya.

Hasil terakhir real count di display monitor depan KPU Kabupaten Tasikmalaya sebelum dihentikan, terpantau data suara yang masuk 72,61 persen dari 39 kecamatan.

Unggul sementara pasangan calon nomor urut 2 Ade Sugianto-Cecep Nurul Yakin (PDIP dan PPP) 33 persen, disusul Iwan Saputra-Iip Miftahul Paos (Golkar, PKB, PAN, PKS dan Nasdem) 32,12 persen, selanjutnya Azis Rismaya Mahfud-Haris Sanjaya (Gerindra-Demokrat) 23,08 persen dan terakhir Cep Zamzam Nur-Fadil Karsoma (Perseorangan) 11,08 persen.

(rezza rizaldi)

loading...

1 KOMENTAR

  1. bukan aalsan lain tapi hanya karena Protokol Kesehatan….silahkan pokus dan pastikan Penanganan dan Pemulihan Ekonomi sebanding lurus 5 M:.1, Mencari Ilmu dan Pengalaman, 2. Menyebarkan Salam dan Mejaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa, 3 Menjaga Jarak, 4 Mencuci Tangan bukan cuci tangan atas Permasalahan atas korban dampak bencana status masalah hukum yang terjadi kepada Masyarakat dan Pemerintah Kota Tasikmalaya dan sekitarnya. 5 Menutup Mulut menggunakan masker dan tidak banyak bicara jika kata-kata itu tidak bermakna, tidak bermanpaat dan tidak memberikan solusi lebih baik diam saja, lebih baik berdo’a, istigosah, berdzikir, istigfar dan instropeksi untuk meningkatkan Iman dan Taqwa, Meningkatkan Imun dengan minum dan makanan yang bergiji, dan jangan lupa kalau anda mau perang sesuai anjuran Masyarakat dan Pemerintah RI/Pa De.” Melawan dengan Covid-19 harus dipersiapakan oleh anad adalah Amunisi / Senjata yang banyak secara mandiri dan tidak hanya mengandalkan bantuan dari Pemerintah atau mengharpkan bantuan dari pihak donatur/Investor LSM/NGo, diantaranya Rp,/Uang, Sembako, Kendaraan Oprsional/Ambulan/Mobil Zenajah, Disinvektan dan proverti yang lainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.