KPU Kabupaten Tasik Terima 11.220 Bilik Suara

115
0
LOGISTIK. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya menerima logistik bilik suara untuk Pilkada 2020, Senin (2/11). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya menerima mulai menyiapkan kebutuhan logistik jelang pemungutan suara di Pilkada 2020. Salah satunya ada belasan ribu bilik suara mulai didistribusikan dari pusat.

Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya Zamzam Zamaludin SP menjelaskan, pihaknya sudah menerima distribusi logistik untuk kebutuhan Pilkada Tasik, berupa bilik suara dari pihak perusahaan pengadaan logistik pemilu yang ditunjuk KPU RI.

“Bilik suara ini salah satu logistik untuk kelengkapan di TPS, kami menerima sebanyak 11.220 bilik suara yang diberikan kepada setiap TPS itu tiga buah bilik suara,” ujarnya.

Menurut dia, jumlah TPS di tengah pandemi Covid-19 mengalami penambahan, sehingga totalnya menjadi 3.740 TPS. Jadi ada penambahan karena rencananya sebelum ada virus corona itu jumlahnya 3.050.

“Ada penambahan, karena dalam PKPU sendiri mengatur di setiap bilik itu, KPU harus menyiapkan satu bilik suara khusus bagi pemilih yang suhu tubuhnya 37 derajat lebih, itu dipisahkan tapi masih di sekitar TPS,” terang dia.

Adapun soal temuan pelanggaran pemasangan APK calon, kata Zamzam, KPU sudah menerima informasi dari Bawaslu, ada pasangan calon yang melanggar. Jadi kaitan dengan alat peraga kampanye yang dibuat dan difasilitasi KPU, memang jumlahnya terbatas.

Menurut dia, sesuai dengan SK KPU yang dibuat dan disusun bersama dengan setiap perwakilan pasangan calon, memang jumlahnya terbatas. Baliho dua buah se-Kabupaten Tasik, spanduk dua buah per desa, kemudian umbul-umbul lima buah per kecamatan.

“KPU juga memfasilitasi bahan kampanye seperti poster, liplet, selebaran dan brosur. Dengan jumlah terbatas, disesuaikan dengan jumlah 20 persen dari DPS yang ada,” kata dia.

Adapun soal pengawasan dan temuan pelanggaran di lapangan, tambah dia, KPU menyerahkan kepada Bawaslu untuk ditindaklanjuti sesuai dengan aturan.

“Ketika ada laporan dan masukan dari Bawaslu, kita tentunya akan bersama menindaklanjutinya. Kami juga sudah menyampaikan permintaan ke setiap pasangan calon untuk menginformasikan jumlah tambahan APK,” jelas dia.

Komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya Divisi Hukum Fachrudin SAg menjelaskan, untuk jumlah TPS sebelum pandemi Covid-19 direncanakan 3.050 dengan jumlah bilik suara 6.100. Namun, jumlah pemilih di TPS pada masa pandemi Covid-19 maksimal 500. Dengan kebutuhan bilik suara tiga buah per-TPS-nya.

“Jadi kebutuhan bilik suara tinggal dikalikan jumlah TPS 3.740 dikali tiga bilik suara jadi kebutuhannya 11.220 bilik suara. Jadi penambahan bilik suara dari TPS awal 3.050 sebanyak 6.100 bilik ke kebutuhan TPS sekarang 3.740 keseluruhannya 11.220. Jadi ada penambahan sebanyak 5.120 bilik suara,” terang dia.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Juanda SIP mengatakan, saat ini Bawaslu sudah menerima laporan dari Panwascam soal pelanggaran alat peraga kampanye atau alat peraga sosialisasi (APS) sementara.

Hasil laporannya hampir semua calon terindikasi melakukan pelanggaran. “Jadi dari hasil pengawasan kami di lapangan bersama Panwascam, semua pasangan calon ditemukan pelanggaran terkait pemasangan APK dan APS,” terang Dodi.

Jenis pelanggarannya, terang dia, terkait melebih batas yang diatur oleh KPU dan titik lokasi pemasangan APK, yang dipasang di tempat dilarang seperti tempat ibadah, sarana pendidikan, sarana umum dan tiang listrik serta lainnya.

“Dari empat pasangan calon ini, hampir ribuan APK dan APS yang ditemukan pelanggarannya, baik melanggar titik lokasi atau jumlah. APK dari keempat pasangan calon ini merata yang ditemukan pelanggarannya. Kami akan segera menertibkannya, terkait sanksi disesuaikan dengan PKPU, bisa teguran sampai pencopotan spanduk atau baliho,” jelas dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.