KPU Rekrut Relawan Demokrasi Pilkada Tasik

77
0
radartasikmalaya.com
Para calon relawan demokrasi Pilkada Tasik di kantor KPU, melakukan registrasi sebelum tes wawancara, Sabtu ( 03/10). diki setiawan/ radartasikmalaya.com

SINGAPARNA – Sebanyak 36 calon relawan demokrasi Pilkada serentak Desember 2020 Tasikmalaya, mengikuti tes wawancara yang dilaksanakan di kantor KPU Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (03/10).

Para calon relawan demokrasi ini mengikuti tes wawancara setelah dinyatakan lolos tahapan administrasi yang dilaksanakan KPU.

Total pendaftar sebanyak 46 orang tersebar di 39 kecamatan di Kabupaten Tasik.

Komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Istianah MAg menjelaskan, rekrutmen relawan demokrasi di Pilkada 2020 jauh berbeda dengan Pileg dan Pilpres 2019 lalu.

“Jumlah relawan di Pilkada Tasik dibatasi hanya 10 orang, basis relawan pun berkurang menjadi lima basis. Yaitu basis pemilih pemula, pemilih perempuan, pemilih penyandang disabilitas, basis komunitas dan basis warga internet (netizen),” terang Istianah, kepada Radar, Minggu (4/10).

Menurut dia, ada beberapa basis yang dimerger untuk lima basis yang prioritas. Seperti basis keluarga, pemuda-olahraga dan marginal ke basis komunitas.

Loading...

“Hal ini kita lakukan untuk menyiasati keterbatasan anggaran karena kebijakan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19,” ungkap dia.

Istianah mengungkapkan, dampak dibatasinya jumlah relawan demokrasi yang hanya berjumlah 10 orang untuk lima basis, maka tugas relawan demokrasi Pilkada 2020 ini tidak mudah.

“Selain harus mampu mengcover basis-basis yang dimerger, para relawan ini juga harus bisa menyelesaikan dua misi. Yakni sosialisasi pemilu dan pencegahan penularan Covid-19,” jelasnya.

Tugas dari para relawan demokrasi ini, tambah dia, akan merambah ke daerah-daerah sesuai basis.

Kegiatan dengan basis tatap muka tidak dapat dihindari.

“Untuk itu, KPU menekankan kepada seluruh relawan agar tetap memperhatikan protokol kesehatan demi kesehatan pribadi dan juga lingkungan sekitarnya,” kata dia.

Dia menambahkan relawan demokrasi dibentuk tujuannya untuk meningkatkan kualitas proses pemilihan, meningkatkan partisipasi pemilih dan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

“Termasuk membangkitkan kesukarelaan masyarakat sipil dalam agenda pemilihan dan demokratisasi serta kesadaran terhadap pentingnya menjalankan protokol kesehatan Covid-19,” tambah dia.

Salah satu peserta tes wawancara relawan demokrasi, Nida Aniati (35) menuturkan, alasan ingin menjadi relawan demokrasi karena terpanggil untuk memastikan pemilih menggunakan hak pilihnya secara baik.

“Saya ikut mendaftar relawan demokrasi dengan pilihan basis perempuan. Jadi perempuan ini selalu menempati persentase teratas partisipasi pemilih dalam setiap hajat demokrasi,” kata dia.

Menurutnya, basis perempuan memiliki potensi besar menjadi agen edukasi demokrasi bagi lingkungan sekitarnya.

Cara sosialisasinya akan mengoptimalkan melalui media sosial yang bisa diterima mudah di masyarakat.

(diki setiawan)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.