KPU Sebut Pengetahuan Masyarakat Soal Pemilu Masih Lemah

6

CIREBON – Pemilih perempuan menjadi target Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon. Pasalnya, partisipasi pemilih perempuan di ajang pesta demokrasi selalu tinggi.

Wajar, penyelenggara terus melakukan sosialisasi kepada kaum hawa. KPU menggelar sosialisasi dan pendidikan pemilih segmentasi perempuan. Pesertanya perempuan semua.

Ketua KPU Kabupaten Cirebon Saefuddin Jazuli MSi menyampaikan, sejauh ini pengetahuan masyarakat terkait kepemiluan masih perlu dipertajam.

Sebab, mereka masih menunggu informasi yang diberikan. Meski demikian, dalam setiap pertemuan sosialisasi, pihaknya selalu menyarankan agar masyarakat jangan menunggu informasi, tetapi harus mencari.

“Kami selalu menyampaikan jangan menunggu, tapi harus kepo mencari informasi. Baik melalui website KPU, media sosial, maupun informasi-informasi lainnya,” ujar pria yang akrab disapa Asep itu.

Artinya, kata Asep, informasi tentang kepemiluan jangan hanya menunggu sosialisasi dari KPU maupun peserta partai politik.

Sebab, personel KPU terbatas. Jangkauannya untuk menyentuh seluruh wilayah Kabupaten Cirebon pun sangat luas.

“Kita tetap genjot melakukan sosialisasi. Semuanya kita sentuh. Sasarannya, pemilih pemula hingga pemilih disabilitas. Namun, sasaran kami yang paling utama adalah perempuan. Karena tingkat partisipasi perempuan selalu tinggi,” terangnya.

Padahal, tambah Asep, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) jauh lebih banyak laki-laki ketimbang perempuan. Secara garis besarnya, kelompok perempuan ini harus dijaga.

“Diharapkan, sosialisasikan kepada mereka (perempuan, red) terkait kepemiluan dapat memberikan informasi itu kepada masyarakat lainnya,” tandasnya.

Berdasarkan data KPU sendiri, Pilkada 2013 putaran pertama, partisipasi perempuan mencapai 57 persen, sedangkan laki-laki 43 persen.

Di putaran kedua, perempuan 56,84 persen sedangkan laki-laki 43,16 persen. Selanjutnya, pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014, tingkat partisipasi perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki. Partisipasi perempuan mencapai 53 persen sementara laki-laki 47 persen.

“Pada Pilkada 2018 yang dilaksanakan pada 27 Juni 2018 lalu, tingkat partisipasi perempuan mencapai 55 persen, sementara laki-laki 45 persen. Perbedaan tingkat partisipasi ini terjadi di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon,” imbuhnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Cirebon Divisi Teknis, Marzuki Rais dalam sosialiasi tersebut menerangkan terkait kepemiluan.

Baik tentang kapan penyelenggaraan pemilu, berapa kertas suara yang akan dicoblos, dan lainnya. Ia juga menjelaskan tentang poin-poin penting dalam pemilu.

Kemudian peserta pemilu yakni partai politik, capres dan cawapres, para caleg, dan DPD. Yang terakhir adalah pemilih pemilu yakni masyarakat yang memiliki hak pilih yang sudah memenuhi syarat.

“Secara keseluruhan parpol peserta Pemilu 2019 ada 20. Yang ikut serta pemilu di Kabupaten Cirebon 16 parpol. Saya harap, para peserta yang hadir ini mampu menginformasikan hasil sosialisasi ini kepada keluarga, teman-teman, tetangga, dan masyarakat lainnya,” pungkasnya. (sam)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.