KPwBI Ajak Milenial Jadi UMKM Go Digital

75
0
BERI MOTIVASI. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Heru Saptaji memberi motivasi kepada mahasiswa Unsil saat acara UMKM Go Digital Jumat (19/7). Ujang Nandar / Radar Tasikmalaya

TASIK – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tasikmalaya menggelar seminar UMKM Go Digital di Kampus Universitas Siliwangi (Unsil) Jalan Siliwangi Kota Tasikmalaya Jumat (19/7). Melalui seminar ini, BI ingin menggugah minat generasi milenial untuk menjadi entrepreneur yang go digital.

Seminar ini mendatangkan pemateri Kepala Tim Departement Komunikasi Bank Indonesia Pusat Yudi Yuhardinata serta Kepala Unit Advisor Keuangan BI Tasikmalaya Yusi Yuliana.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Heru Saptaji mengatakan, era digital harus dimanfaatkan generasi milenial untuk mengembangkan potensi dirinya. Manfaatkan gadget untuk sesuatu yang produktif seperti membangun ekonomi digital dengan berwirausaha.

“Generasi muda harus mulai sadar akan pentingnya entrepreneurship dalam membangun perekonomian Indonesia,” katanya.

Melalui seminar ini, sambungnya, BI ingin membentuk pola pikir mahasiswa bahwa sekarang me­rupakan zaman yang serba digital, artinya sebuah UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) pun dapat dilakukan secara digital.

“Jadi ada dua pilihan yang harus dilakukan oleh mahasiswa saat ini yakni belajar menjadi entrepreneur digital atau mendampingi UMKM-UMKM di lingkungannya untuk menjadi UMKM Go Digital,” katanya.

Wawasan UMKM Go Digital itu tidak melulu diberikan kepada UMKM besar saja, UMKM kecil pun perlu sentuhan digitalisasi. “Mereka bisa mulai berjualan melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, Whatsapp dan lain-lain,” tandasnya.

Lanjutnya, program UMKM Go Digital ini penting diwujudkan karena melihat kondisi UMKM sekarang ini masih banyak yang tradisional, di mana para pelaku usaha kesulitan memasarkan produk mereka. Dengan beralih menjadi UMKM Digital, bisa memperluas jaringan pemasaran hingga pasar internasional.

“Batasan transaksi saat ini tidak harus bertatap muka. Dunia semakin dekat dan berada di dalam genggaman,” katanya.

Heru menambahkan, tantangan perekonomian ke depan tidak semata-mata menggali perekonomian dari sisi domestik, melainkan harus mampu menembus pasar global melalui ekspor. “Ekonomi digital ini akan mempermudah proses menembus pasar global tersebut,” jelasnya. (ujg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.