Kreatif, Warga Cikalang Kota Tasik Manfaatkan Limbah Jadi Pupuk Cair

123
0
PUPUK ORGANIK. Aep Saepuloh (kiri) menunjukkan pupuk organik cair dari limbah sampah sayuran, buah-buahan dan makanan. RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

Kemauan berbuat ditambah konsistensi akan membuahkan hasil. Itu yang dicontohkan warga RW 4 Cikalang Girang Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang. Mereka mampu mengolah limbah organik menjadi pupuk cair.

Radika Robi Ramdani

Tawang

Setiap hari, pengelola sampah di Cikalang Girang, Kahuripan, Tawang Aep Saepuloh memilah dan memisahkan sampah buah-buahan dan sayuran. Sampah basah itu dia cincang. Lalu dimasukkan ke dalam komposter.

Baca juga : Pemkot Tasik Kesulitan Menahan Laju Pemudik

“Kita coba mengembangkan pupuk organik cair dan ini sudah berjalan sejak tahun lalu. Ini salah satu cara penanganan sampah di wilayah kami,” ujar pengelola sampah Aep Saepuloh kepada Radar, Rabu (8/4).

Pembuatan pupuk cair tersebut, kata Aep, dimulai dari keseriusan warga dalam mengelola sampah. Di tempat lain, mungkin sudah biasa limbah organik dijadikan sampah kering, namun warga di RW 4 Cikalang Girang menjadikan sampah basah menjadi pupuk cair.

Setiap harinya, kata Aep, Ia memilah dan memisahkan sampah bekas buah-buahan dan sayuran dengan sampah lainnya. Sampah basah itu di cincang sampai kecil, lalu di masukkan ke dalam komposter.

“Panen pertama untuk pupuk cairnya itu, 17 hari setelah penyimpanan sampah. Dikarenakan harus menunggu permentasi pupuk. Namun itu hanya pertama kali saja, ke sininya bisa panen setiap hari,” kata dia sambil menunjukkan keran yang mengeluarkan pupuk cair dari dalam tong.

Rata-rata, ujar Aep, dua karung sampah basah bisa menjadi pupuk cair sebanyak 5 botol yang berisi 1,5 liter. Dalam waktu sehari, dia bisa membuat sampai 5 botol. Satu botolnya dijual Rp 5.000. Jadi jika satu hari bisa menghasilkan 5 botol pupuk cair, maka penghasilan yang didapatkan dalam satu harinya sebesar Rp 25.000.

“Lumayan dari sampah bisa menghasilkan uang. Tinggal bagaimana ada kemauannya saja, karena ini cukup mudah. Kita tidak mengeluarkan modal,” ucapnya.

Aep menyebutkan, pupuk cair ini cocok digunakan dan bisa menjadi solusi di musim kemarau. Bisa membuat tanah gembur, karena di musim kemarau tanah itu padat.

Banyak warga bahkan tetangganya yang memesan. Bahkan sempat kewa­lahan ketika banyak dari luar daerah yang memesan pupuk cair tersebut. “Yang pesan sih banyak, tapi kita terkendala bahannya. Karena dalam satu hari hanya bisa menyediakan 5 botol pupuk cair,” kata dia.

Baca juga : Ditengah Wabah Corona, Kandidat Cabup Tasik tetap Cari Simpati

Salah satu warga, Supiyan mengatakan pupuk organik cair ini untuk melengkapi pupuk lain. Pupuk cair menjadi alternatif masyarakat untuk menyuburkan tanaman.

“Jika ini berhasil akan coba memproduksi lebih banyak lagi. Awalnya hanya mencoba untuk tanaman di rumah, namun ternyata cukup berhasil. Bisa menyuburkan berbagai macam tanaman,” kata Aep menimpali Supiyan. (*)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.