Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.4%

19.9%

7.3%

69.4%

Kreatif, Warga Langkapsari Ciamis Bikin Pot Bunga dari Limbah Hebel

113
0
MENUNJUKKAN. Elvan bersama para pemuda menunjukkan tata cara membuat pot bunga dari bahan hebel bekas, Minggu (9/8). IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Kreativitas memang tidak mengenal siapa saja, termasuk yang dilakukan oleh guru honorer di SMPN 7 Banjarsari, Elvan Jutrisa Yolia SE (34).

Pria asal Desa Langkapsari ini membuat pot bunga menggunakan hebel yang merupakan bahan bangunan sejenis bata.

Baca juga : Tri Arto: Banyak Kesan Selama Tugas di Ciamis

Elvan mengaku mulai menggeluti kerajinan dari bahan hebel limbah ini sudah lima tahun lalu.

“Awalnya saya melihat banyak tanaman hias yang jelas membutuhkan pot dengan berbagai macam yang menarik. Apalagi di sekitar rumah banyak yang membangun menggunakan hebel dan dimanfaatkan limbahnya untuk mencoba membuatnya,” ujarnya kepada Radar, Minggu (9/8).

Kemudian, dia mencoba melihat dari internet terkait cara memanfaatkan hebel limbah. Kemudian dari sana mulai belajar otodidak dengan referensi internet.

“Akhirnya saya mencoba membuatnya, walaupun ketika awal-awal banyak yang gagal. Namun terus dicoba dan akhirnya berhasil,” katanya.

Dia menjelaskan waktu pertama berhasil membuat pot bunga dari hebel limbah belum berpikir untuk dijual, melainkan hanya untuk keperluan sendiri saja sampai tiga tahunan, karena masih tahap belajar juga untuk hasil yang lebih bagus.

Namun, kata dia, beberapa tahun ke belakang ketika ada pameran Krida Pertanian di Lakbok, dirinya coba kerja sama dengan BP3K Banjaranyar dengan menyuplai barang yang akan ikut pameran.

“Salah satu barang yang kami pamerkan adalah pot bunga dari bahan hebel. Dari sana mulai banyak peminat dan permintaan sampai tahun ini pun tidak berhenti permintaan tersebut,” katanya.

Baca juga : Pilkades Serentak di Ciamis, 645 Personel Polisi Siap Perketat Pengawasan TPS

Dia mulai memasarkan online untuk melebarkan pemasaran. Namun, paling banyak yang datang langsung ke tempat untuk membeli hasil kerajinan.

“Untuk harganya juga terjangkau, saya banderol Rp 10.000 sampai yang besar Rp 15.000-20.000,” tuturnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.