Kreatif.. Warga Legok Honje Taraju Tasik Ubah Sampah Plastik jadi Paving Block

1133
0

TARAJU – Warga Kampung Legok Honje Desa Taraju mengolah sampah plastik menjadi bahan bangunan yang bermanfaat, paving block. Pengolahan sampah plastik ini dibawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Taraju.

Ketua BUMDes Taraju Gemata Taufan mengatakan, memang salah satu program prioritas BUMDes ini adalah mengajak atau memberdayakan warga untuk belajar mengelola sampah menjadi bahan yang bisa dijual. Salah satunya membuat paving block dari bahan sampah plastik.

Baca juga : Seminggu Sejak Jasad Siswi SMPN 6 Kota Tasik Ditemukan di Gorong-Gorong, Ini Kata Ibunya..

“Sebenarnya semua plastik bisa diolah, tinggal kemauan kita saja. Sampah plastik ini bisa sampai ratusan tahun bahkan lebih untuk bisa hancur di tanah. Mendingan kita olah dan jauh bermanfaat,” kata dia kepada Radar, Senin (3/2).

Lanjut dia, saat ini kondisi sampah plastik sangat mendominasi di setiap tempat pembuangan sampah. Hal tersebut, ketika jeli bisa menjadi potensi untuk dikembangkan menjadi sesuatu yang mempunyai daya jual tinggi seperti paving block yang satu buahnya hanya membutuhkan 100 lembar atau tiga kilogram plastik.

Kata dia, proses pengelolaan sampah plastik menjadi paving block mulai dari melelehkannya hingga cair, kemudian dimasukan ke dalam cetakan dari besi yang sudah dibentuk. “Setelah itu tinggal menunggu lima menit sampai plastik mengeras,” katanya.

Kata dia, memang jika dibandingkan dengan paving block berbahan baku semen jelas lebih ringan. Namun, dari segi kekuatannya pun hampir sama, karena plastik yang dicetak sangat padat. “Kalau menurut kami ini lebih berkualitas dari paving block biasanya. Selain lebih ringan, ini juga lebih kuat dan tidak mudah pecah. Sehingga lebih menguntungkan bagi konsumen,” ujarnya, menjelaskan.

Baca juga : Ratusan Driver Ojek Online Demo Kantor Gojek Tasikmalaya

Walaupun dari bahan plastik, kata dia, paving block ini tidak licin ketika terkena air. Pasalnya, ketika dalam proses pendinginan muncul dengan sendirinya seperti pori-pori yang membuat teksturnya menjadi kasar. Sehingga ketika musim hujan pun tetap aman untuk diinjak.

Melihat potensi ini, kata dia, BUMDes mengajak semua masyarakat untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi paving block. Dengan demikian, lingkungan bisa menjadi bersih dan masyarakat mempunyai penghasilan tambahan dengan menjual paving block. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.