Kredit Fiktif BTN Harus Jadi Pelajaran

43

CIHIDEUNG – Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muhamad Muharam menilai persoalan dugaan kredit fiktif pada Kantor Cabang Bank Tabungan Negara (BTN) Tasikmalaya bisa karena faktor kecerobohan. Maka dari itu, persoalan hukum dan administrasinya harus benar-benar dituntaskan.

Menurut dia, BTN tidak bisa mengucurkan dana jika tidak ada pengajuan berdasarkan aplikasi yang ada. “Harusnya kan dipastikan benar apa tidak orang tersebut meminjam,” ujarnya kepada Radar, Rabu (12/12).

Untuk proses hukum, dia menyerahkan sepenuhnya kepada kejaksaan yang tengah menanganinya. Diharapkan ini jadi pembelajaran baik untuk BTN juga bank lain ke depannya. “Sekarang kan sedang diproses, ya kita serahkan ke kejaksaan. Tapi ini harus jadi pembelajaran,” tuturnya.

Dede menyesalkan munculnya dugaan kredit fiktif di BTN. Padahal, bank tersebut punya preseden baik di tingkat nasional. “Ya sangat saya sesalkan, karena ada masyarakat yang menjadi korban,” ujarnya.

Dia pun prihatin karena akan banyak masyarakat yang tidak tahu menahu persoalannya. Tapi masuk blacklist dan tidak bisa meminjam ke bank. Padahal, sebagian di antara mereka pastinya perlu pinjaman modal untuk usaha. “Harus ada penuntasan supaya mereka bisa dihapus dalam blacklist,” terangnya.

Sebagaimana diketahui bahwa efek dari persoalan ini sejumlah masyarakat masuk dalam blacklist perbankan dan tidak bisa melakukan pinjaman. Hal ini dialami salah seorang pedagang di pasar HPKP 2 yakni Udung Sadiman (55).

Sementara itu, pihak BTN belum juga memberikan klarifikasi terkait dugaan kredit fiktif tersebut. Kepala Cabang BTN Tasikmalaya Yudha Andaka belum juga memberikan respons saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Selasa (11/12) siang, Radar pun berupaya meminta konfirmasi dengan mendatangi kantornya. Akan tetapi petugas keamanan menyebutkan Yudha sedang tidak berada di tempat. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.