Kriteria Cabup Versi Ketua MUI

139
0
KH Ii Abdul Basyit

Pilkada Tasikmalaya akan dilaksanakan 23 September 2020. Namun harapan bagi calon pemimpin ke depan mulai ditakar. Berharap lewat kontestasi politik lima tahun nanti, dapat dihasilkan pemimpin yang memiliki integritas.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya KH Ii Abdul Basyit memiliki kriteria tersendiri bagi pemimpin yang layak menjadi Bupati Tasikmalaya di Pilkada 2020 mendatang.

“Saya berharap pemilihan bupati nanti (2020) bisa menghasilkan kepala daerah yang memiliki sifat Shiddiq, Fhatonah, Amanah dan Tabligh,” ujarnya KH Ii Abdul Basyit saat menghadiri pembukaan kegiatan bimbingan haji Kabupaten Tasikmalaya di Aula Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) Tasikmalaya Senin (1/7).

“Yang memimpin itu, harus orang takwa, punya integritas, sesuai antara ucapan, sikap dan tindakan,” tambahnya.

Selain itu, kata KH Ii, calon pemimpin harus mempunyai keterampilan di dalam membina birokrasi. Dengan membangun sistem supaya birokrasi betul-betul berjalan sesuai aturan. “Sehingga tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh pemerintah yang akibatnya merugikan masyarakat,” tuturnya.

Terpisah, Pimpinan Umum Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya KH Asep Maosul Affandy menambahkan siapapun layak didorong dari menjadi pemimpin di Kabupaten Tasikmalaya. Akan tetapi yang terpenting harus amanah. “Intinya pimpinan itu (kepala daerah, Red) harus jujur terhadap masyarakat dan dirinya. Serta bertanggungjawab terhadap amanah yang diberikan,” tuturnya. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.