Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

0.9%

60.8%

2.3%

0.2%

4.4%

19.6%

11.4%

0%

0.1%

0%

0%

Kroscek, Siapkan Judicial Review

42
0
Eki S Baehaqi Penasehat Egaliter

Penasehat Egaliter Eki S Baehaqi menilai penerbitan Perwalkot Nomor 1 tahun 2020 secara diam-diam, pada 6 Januari 2020, menunjukkan buruknya transparansi publik. Di sisi lain, Perwalkot juga bukan mainan yang bisa dicabut dan diterbitkan seenaknya.

Eki mengaku kaget jika memang sudah ada Perwalkot Nomor 1 tahun 2020 yang tidak tersosialisasikan ke publik. “Padahal saya tanya tanggal 13 kemarin (Januari 2020, Red) katanya (Perwalkot) belum ada,” ungkapnya kepada Radar, Rabu (22/1).

Baca juga : Akhirnya Sertifikat SOr Dadaha Diserahkan Pemkab ke Pemkot Tasik, Ini Kata Bupati dan Walikota..

Eki menilai seolah ada sesuatu yang ingin ditutupi Pemkot dengan diterbitkannya Perwalkot secara senyap. Namun demikian dia belum bisa memastikan apa motif “operasi senyap” tersebut.

“Kalau ditutup-tutupi, berarti kan ada masalah atau ada hal yang disembunyikan,” ujarnya.

Menurutnya, langkah Pemkot lagi-lagi terlalu ceroboh, karena terlalu cepat mengambil langkah. Karena penerbitan Perwalkot itu harus melalui kajian dengan dasar-dasar yang kuat. “Bukan persoalan angkanya, tapi harus jelas dasarnya melalui,” terangnya.

Pihaknya mengingatkan bahwa aturan yang dibuat pemerintah bukanlah permainan yang bisa dianggap sepele, termasuk Perwalkot. Karena setiap kebijakan pemerintah akan berdampak kepada publik, dalam hal ini masyarakat Kota Tasikmalaya.

“Ini soal hukum. Bukan sekadar permainan yang bisa seenaknya dimainkan,”

Menyikapi ”operasi senyap” penerbitan Perwalkot No 1 itu, Eki berencana melakukan penelusuran. Dia akan meminta penjelasan dari Pemerintah Kota tasikmalaya. Dikhawatirkan ada aturan-aturan yang dilanggar dan bisa menimbulkan permasalahan.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.