KTP-el Lama Langsung Digunting

94
ilustrasi

TASIK – Temuan ribuan KTP-el dalam karung hingga berceceran di pinggiran pesawahan di Kelurahan Pondok Kopi Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu, membuat heboh warga.

KTP-el yang diduga masih berlaku itu dikhawatirkan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab. Terlebih menjelang Pilpres 2019.

Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut, di Kabupaten Tasikmalaya, seperti yang dilansir laman Kapol, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) sudah melaksanakan penertiban administrasi.

Selain mewajibkan pemohon untuk mengembalikan KTP lama, pihak dinas menyimpan seluruh KTP-el bekas di sebuah gudang yang dianggap aman.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tasikmalaya, Nazmudin Azis, didampingi Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk (P3) Hj Winny menturkan, pihaknya memiliki aturan terkait pencetakan KTP-el yang rusak dan perubahan data.

KTP-el lama, kata dia, harus diserahkan kepada petugas Disdukcapil. Begitu pula untuk yang hilang harus ada keterangan tertulis dari kepolisian, sebagai langkah tertib administrasi kependudukan.

“Kami tak akan melayani warga jika KTP-el lama tidak dibawa atau diserahkan ke petugas. Itu sebagai bukti untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Kita tarik KTP lamanya dan diarsipkan oleh petugas ke Gudang,” ungkap Winny, Senin (10/12/2018).

Semula, kata Winny, pihaknya pernah mengirim seluruh KTP-el bekas ke pemerintah pusat. Namun seiring makin banyaknya jumlah pengembalian KTP-el dari berbagai daerah, maka pemerintah pusat meminta pengiriman KTP bekas dihentikan dan disimpan di gudang masing-masing Disdukcapil daerah.

Untuk keamanan, setelah KTP-el ditarik, pihaknya menandai KTP-el yang tidak terpakai dengan cara menggunting pada salah satu sisi KTP.

“Kita tandai dengan cara digunting. Agar diketahui bila KTP-el tersebut sudah tidak terpakai,” jelas dia. (bbs/age)

loading...
BERBAGI