KTSI Warning Calon Presiden

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

KETUA Umum DPP Komunitas Tenaga Sukwan Indonesia (KTSI) Endin Sahrudin SPd menyebut rekrutmen CPNS dengan pembatasan usia 35 tahun ke bawah itu tidak pro terhadap tenaga honorer. Pasalnya, kebanyakan tenaga honorer di Indonesia itu lebih dari usia 35 tahun.

KTSI, terang dia, akan melakukan konsolidasi dengan seluruh anggota dari kabupaten/kota se-Indonesia.

“Intinya anggota akan meminta kepada pemda setiap kabupaten dan kota untuk menolak CPNS dari umum. Seperti halnya yang telah dilakukan di Kabupaten Karawang,” terang Endin kepada Radar, Rabu (12/9).

Pihaknya meminta kepala daerah melayangkan surat penolakan rekrutmen CPNS yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.

Bila tuntutan-tuntutannya diabaikan, lima juta honorer seluruh Indonesia bersikap dengan memilih calon presiden yang peduli terhadap nasibnya.

“Sekarang sedang koordinasi dengan kabupaten kota seluruh Indonesia. Menyamakan persepsi dan pernyataan sikap,” tuturnya.

Menurut dia, kebijakan pembatasan usia itu telah menimbulkan gejolak di kalangan honorer. Apalagi honorer K2. Maka tidak menutup kemungkinan akan ada aksi besar-besaran.

“Kami pada dasarnya jelas menolak ada tes CPNS dari umum. Karena honorer K2 juga sampai saat ini tidak diakomodir,” ungkapnya. (isr)

loading...