Kualitas Beras BPNT Tak Sebanding dengan Harga

176
DIRAGUKAN. Pemilik E-Warung di Kecamatan Padakembang Elis Armilah (50) menunjukkan beras BPNT yang kualitasnya diragukan oleh penerima manfaat, Kamis (7/2).RAIDKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

PADAKEMBANG – Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Tasikmalaya terus menjadi polemik. Selain data penerima yang diragukan keakuratannya. Kali ini, penerima manfaat mengeluhkan kualitas beras bantuan yang tidak sebanding dengan harganya.

Ikah Sartikah (43), penerima manfaat asal Desa Cilampunghilir Kecamatan Padakembang mengatakan kualitas beras pada program BPNT ini tidak sesuai dengan harga. “Warna berasnya saja sudah beda dengan yang kualitas bagus. Bahkan apabila dimasak tercium bau,,” ujarnya kepada Radar, Kamis (7/2).

Kata dia, jika dihitung uang yang ada dalam kartu sebesar RP 110.000 hanya mendapatkan beras dengan kualitas yang kurang memuaskan sebanyak 9 kilogram, ini jelas tak sebanding. Seharusnya bisa mendapatkan beras dengan kualitas yang jauh lebih bagus. “Beras yang kualitasnya kurang memuaskan diterima pada tahap awal pembagian di Desember 2018, untuk tahun ini belum ada pencairan lagi,” paparnya.

Pemilik E-Warung di Kecamatan Padakembang Elis Armilah (50) menjelaskan bahwa kualitas beras yang disalurkan kepada penerima BPNT ini seperti itu adanya. Namun, berdasarkan pemasok, bahwa beras itu kualitas premium. Walaupun tanpa ada merek. “Dari awal datang ratusan karung beras ini tidak ada mereknya. Namun pengirimnya menyebutkan ini jenis premium. Kalau kami di warung hanya sebatas menjembatani bantuan ini untuk disalurkan kepada penerima,” terangnya.

Radar mengambil contoh beras yang akan dibagikan ke penerima BPNT dan ditunjukan kepada salah satu pengusaha beras asal Kecamatan Leuwisari Iday Hindarsyah. Menurutnya, beras tersebut bukan kualitas premium atau pun medium, melainkan beras yang berasal dari Jawa Tengah. “Kalau melihat beras ini, kualitasnya jauh dari beras lokal. Bahkan lebih unggul beras lokal,” paparnya.

Soal harga, kata dia, beras yang disalurkan ke penerima BPNT ini sekitar Rp 9.200 per kilogramnya. Sementara untuk beras medium lokal harganya Rp 10.200 per kilogramnya dan yang premium Rp 11.500.

Tokoh pemuda Desa Cintaraja Kecamatan Singaparna Irdas (48) mengatakan seharusnya beras yang disalurkan kepada penerima BPNT di Kabupaten Tasikmalaya ini seperti di Kabupaten Garut. Di mana, dalam kemasan dicantumkan jenis beras premium BPNT dan merek termasuk perusahaannya. “Sedangkan yang di Tasik ini dalam karungnya polos tanpa ada keterangan jenis dan mereknya. Sehingga sangat diragukan sekali dari sisi kualitasnya,” pungkasnya.

Kepala Desa Cikunten Kecamatan Singaparna Saepudin menambahkan pemahaman dari dinas terkait tentang BPNT masih lemah. Itu terbukti dengan kualitas beras yang diterima tidak sesuai dan belum memuaskan penerima. “Kami masih mencari solusi yang terbaik soal ini, sambil menunggu reaksi dari penerima manfaat,” paparnya.

Saat dikonfirmasi Kepala Bidang Fakir Miskin dan Data pada Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya Wawan Setiawan mengaku belum mengetahui terkait kondisi beras yang diterima oleh penerima BPNT. “Tidak tahu (soal kualitas beras, Red). Besok (hari ini) lebih jelasnya bertemu,” pungkasnya. (obi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.