Kuasa Hukum RSUD: Masa Pemeliharaan Tahap II Gedung Tulip Habis, Tapi Masih Banyak yang Harus Diperbaiki..

164
0

CIHIDEUNG – Kuasa Hukum RSUD Dr Soekardjo, Taufik Rahman, sedikit menguraikan perihal proses pekerjaan Gedung Tulip RSUD Kota Tasikmalaya.

Kata dia, Gedung Tulip itu terdiri dari V lantai yang baru dibangun dalam II tahap. Yaitu tahap I telah selesai untuk pembangunan pondasi dan struktur utama bangunan gedung untuk V lantai.

Tahap II, terang dia, yaitu tahap lanjutan pada tahun 2018 telah selesai dibangun dan disiapkan kelengkapan fasilitas pelayanan untuk pasien di lantai I hingga III.

“Sedangkan sisanya yaitu lantai IV dan V, belum disiapkan kelengkapan pembangunannya untuk melayani pasien,” terangnya kepada radartasikmalaya.com, Minggu (14/7).

“Dan baru direncakanan untuk dituntaskan pembangunan kelengkapan fasilitasnya di tahap pembangunan selanjutnya (Tahap III). Maka yang dapat digunakan untuk melayani pasien baru lantai I sampai III. Lantai IV dan V belum dapat digunakan untuk pelayanan pasien,” sambungnya.

Beber dia, proyek pembangunan dan penyiapan kelengkapan fasilitas pelayanan pasien untuk lantai I hingga III yang dilaksanakan pada tahun 2018 telah mengalami adendum 2 kali, terkait dengan penambahan biaya proyek dan perpanjangan waktu kerja.

“Jadi proyek pembanguan dan penyiapan fasilitas pelayanan untuk pasies di lantai I hingga III seharusnya telah selesai dan tuntas 100 persen pada akhir tahun 2018 dengan tanpa ada sisa pekerjaan atau tanpa ada catatan serta dilakukan perbaikan dalam masa pemeliharaan paling lambat sampai 9 Juli 2019,” bebernya.

Namun kenyataannya sampai berakhirnya masa pemeliharaan tanggal 9 Juli 2019, masih terdapat banyak pekerjaan yang harus diperbaiki. Yaitu diantaranya yang berkaitan dengan serah terima terkait catatan instalasi hydrant dan ACP yang sebelumnya menjadi catatan dalam serah terima penilaian pekerjaan di akhir tahun 2018 yang kemudian sampai akhir masa pemeliharaan tidak dituntaskan statusnya.

“Hal lainnya keretakan dinding bangunan instalasi Ground Tank, outlet untuk antisipasi kebocoran air Water torn di dekat lift, beberapa lokasi dinding ruangan yang agak basah yang diduga akibat rembesan air di beberapa dinding dekat saluran plumbing/WC, atap yang bocor di lantai satu,” tambahnya.

Selain itu terdapat atap plafon yang rusak di salah satu ruangan, kran air yang tidak jalan, exhaus fan yang tidak jalan, sebagian nurse bel yang tidak jalan di lantai II, juga nurse bell yang tidak tuntas pemasangan dan perbaikannya di lantai III.

“Lalu lantai WC yang apabila digunakan airnya sering luber ke ruangan, instalasi pipa air panas yang diduga belum sesuai standar, dan commisioning test air panas belum tuntas,” jelas dia merincinya.

Jadi, tukas dia, bahwa terlambatnya proses perbaikan hal-hal tersebut di atas diantaranya dikarenakan kurang intensifnya pengawasan dalam proses pembangunan dan pemeliharaan.

“Oleh karenanya kami berharap MK tidak hanya sibuk membicarakan proyek-proyek yang akan datang di RSUD, akan tetapi sebaiknya juga harus fokus pada pekerjaan pengawasan yang telah dikerjakan dan ternyata masih banyak pekerjaan perbaikan serta pengujian juga administrasi pembangunan fisik gedung yang belum diselesaikan. Bahkan belum tuntas sampai berakhirnya masa pemeliharaan tanggal 9 Juli 2019 yang menjadi tanggungjawab dan kewenangannya dalam bekerja,” tukasnya. (rez)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.