Kubu Jokowi dan Prabowo Cetak Gol Bunuh Diri

82

JAKARTA – Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kaka Suminta mengistilahkan testimoni Mahfud MD dan cuitan Wasekjen DPP Partai Demokrat seperti gol bunuh diri dalam pertandingan sepakbola.

Artinya, dua kubu yang bertarung di Pilpres 2019 sama-sama rugi. Baik kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kaka menilai, kesaksian Mahfud yang bicara blak-blakan di Indonesia Lawyer Club tentang drama kegagalannya menjadi cawapres Jokowi, menunjukkan ada intrik yang begitu kuat di kubu pasangan petahana.

Sementara cuitan Andi Arief yang menuding ada aliran dana masing-masing Rp 500 miliar ke PKS dan PAN, memperlihatkan kesan kubu Prabowo-Sandi sangat pragmatis dalam menentukan cawapres yang diusung.

“Kesannya, kedua pihak saling melakukan blunder di awal pertandingan. Jika trennya begini, maka ke depannya kemenangan akan ditentukan berapa banyak kesalahan yang dibuat kubu lawan,” ujar Kaka kepada JPNN, Sabtu (18/8).

Kaka juga menyimpulkan, cuitan Andi Arief dan kesaksian Mahfud MD menunjukkan tidak ada program partai maupun kandidat, yang bisa menjadi landasan kerja sama atau platform bersama.

“Itu hal yang juga terjadi di pemilu-pemilu sebelumnya. Mencirikan tidak adanya program partai maupun kandidat yang bisa menjadi landasan kerja sama atau platform bersama,” katanya.

Saat ditanya, apakah suara NU akan terpecah dengan pernyataan Mahfud, Kaka menyatakan, warga NU selama ini tak pernah berada dalam satu barisan walau pimpinannya yang menjadi kandidat capres maupun cawapres.

“Contoh sederhananya, Megawati Soekarnoputri pernah berpasangan dengan tokoh NU Hasyim Muzadi, tapi nyatanya kalah juga. Jadi, apa yang disampaikan Mahfud, memang berefek dan tak bisa hanya diukur dari sisi warga NU saja,” pungkas Kaka. (gir/jpnn)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.