Kubu Prabowo-Sandi Yakin Kasus Habib Rizieq Rekayasa, Sebut Aktor Intelektual

20
Ferry Juliantono, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Habib Rizieq Shihab diamankan otoritas keamanan Arab Saudi dan dimintai keterangan. Namun, ia kembali diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan.

Hal itu dipicu adanya laporan dari warga di Mekkah yang melihat bendera yang mirip dengan ISIS dipasang di dinding rumahnya di Mekkah.

Namun saat ini, Rizieq disebut sudah diperbolehkan pulang dan berkumpul lagi bersama keluarganya setelah ada jaminan.

Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono meyakini kasus tersebut adalah sebuah rekayasa.

Menurut Ferry, pemasangan bendera yang mirip dengan milik gerakan radikal itu terjadi sangat tiba-tiba.

Yakni sebelum penangkapan Rizieq oleh kepolisian Kerajaan Arab Saudi.

Bendera hitam bertuliskan tauhid tersebut, dianggap sebagai bendera organisasi terlarang di Arab Saudi.

“Ini kan bendera yang ditempel tiba-tiba, sedangkan Habib Rizieq tinggal di rumah itu bukan baru kemarin,” katanya.

Karena itu, pihaknya menuntut pemerintah Indonesia mengungkap aktor di balik penahanan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut.

“Pemerintah harus ungkap siapa aktor intelektual di balik penangkapan Habib di Makkah,” lanjut Ferry.

Bendera hitam bertuliskan tauhid tersebut, dianggap sebagai bendera organisasi terlarang di Arab Saudi.

“Ini kan bendera yang ditempel tiba-tiba, sedangkan Habib Rizieq tinggal di rumah itu bukan baru kemarin,” katanya.

Karena itu, pihaknya menuntut pemerintah Indonesia mengungkap aktor di balik penahanan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut.

“Pemerintah harus ungkap siapa aktor intelektual di balik penangkapan Habib di Makkah,” lanjut Ferry.

Dia menduga, pemasangan bendera tersebut dilakukan dengan sengaja oleh pihak-pihak yang ingin menghancurkan nama baik Habib Rizieq.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga mengatakan, cara-cara tersebut tidak mempan karena Habib Rizieq akhirnya dibebaskan oleh kepolisian setempat.

“Jelas ini dilakukan oleh aktor intelektual dengan sengaja, tapi tidak bisa,” ucapnya.

Ferry lebih lanjut mengatakan, Habib Rizieq tidak semudah itu untuk difitnah termasuk dengan menempel bendera di kediamannya.

“Sudahlah, tidak usah memakai cara-cara seperti itu dan membuat kegaduhan-kegaduhan baru di tahun politik ini,” pungkas Ferry.

Sebelumnya, melalui Jubir FPI, Munarman, Muhammad Rizieq Shihab menyebut insiden tersebut merupakan hasil ‘operasi intelijen keji’.

Munarman mengatakan, Habib Rizieq meminta aparat keamanan Arab Saudi menyelidiki pemasang bendera hitam di dinding luar rumahnya.

Selain itu, Rizieq juga meminta petugas berwenang setempat menelusuri penyebaran fotonya saat berhadapan dengan aparat keamanan setempat.

Munarman menyebut, pihak keamanan Arab Saudi marah mendengar laporan bahwa ada yang membidik momen tersebut.

“Pihak Keamanan Saudi sendiri marah besar saat mendengar laporan dari Habib Rizieq bahwa ada orang yang membidik beliau bersama aparat keamanan Saudi dengan kamera jarak jauh dan fotonya diviralkan di Indonesia,” kata Munarman, Kamis (8/11/2018).

Atas beredarnya foto tersebut, lanjut Munarman, pihak keamanan Saudi akan melakukan penggeledahan terhadap gedung yang dicurigai sebagai tempat pengambilan foto.

Munarman menyebut, Imam Besar FPI itu merasa curiga ada operasi dari Indonesia yang menyebabkan dirinya dicokok intelijen Arab Saudi.

“Beliau (Habib Rizieq-red) menyampaikan bahwa pihak yang diduga kuat sebagai pelaku adalah ‘intelijen busuk dari Indonesia’,” jelasnya.

Mendapat laporan itu, lanjutnya, intelijen Arab Saudi menanggapinya dengan serius.

Bahkan, mereka meminta Rizieq menyebutkan nama-nama intelijen Indonesia yang dicurigainya melakukan operasi dimaksud.

“Karena operasi intelijen asing di wilayah hukum Saudi merupakan pelanggaran hukum serius dan pelakunya bisa dihukum pancung,” sambungnya.

Terkait kecurigaan Rizieq atas intelijen busuk Indonesia itu, Munarman lantas membagikan informasi yang didapatnya.

Ia menuturkan, operasi intelijen itu meninggalkan Arab Saudi hari ini.

“Info khusus, anggota lapangan Pejaten dikabarkan hari ini mereka akan meninggalkan Saudi,” tuturnya.

Sementara, Badan Intelijen Negara (BIN) membantah tudingan ikut terlibat dalam insiden itu.

Apalagi, jika kemudian BIN disebut memiliki dendam politik dengan Rizieq Shihab. Sebab, BIN tidak mengenal istilah kriminalisasi.

“Tidak benar ada dendam politik, BIN tidak pernah mempermasalahkan aliansi politik HRS. Itu hak seseorang dan sah-sah saja,” kata Jurubicara BIN Wawan Purwanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/11).

Wawan menjelaskan bahwa semua warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama di depan hukum.

Atas alasan itu, Wawan memastikan bahwa tudingan BIN merekayasa penangkapan Rizieq Shihab adalah hoax.

“Saudi adalah negara berdaulat yang tidak bisa diintervensi oleh Indonesia. Operasi intelijen di negara lain adalah dilarang,” pungkasnya. (JPG/ruh/pojoksatu/radartasik)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.