Kumpulkan Sampah, Diberi Hadiah

22
0
DISKUSI. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat bersama unsur stakeholder menggagas manajemen pengelolaan sampah Kamis (27/6). foto-foto: Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat akan ikut membantu Kabupaten Pangandaran mengatasi masalah penanganan sampah. Terutama di kawasan objek wisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dr H Dedi Taufik mengatakan pihaknya akan melibatkan beberapa komunitas yang eksis di Kabupaten Pangandaran, dalam mengonsep penanganan sampah di kawasan wisata.

”Kita harus membuat manajemen penanganan sampah secara keseluruhan di kawasan wisata ini, jangan sampai diwaktu tertentu saja kita baru turun,” jelasnya kepada Radar, Kamis (27/6).

Lanjut dia, salah satu konsep yang sudah dibahas dalam Forum Diskusi tersebut, yakni pemberian reward kepada wisatawan yang mau mengumpulkan sampah.

”Jadi kita beri wisatawan kantung plastik saat membeli tiket, itu digunakan sebagai tempat sampah selama mereka berwisata di sini,” jelasnya.

Sampah-sampah tersebut, kata dia, nantinya akan diserahkan kepada petugas dan wisatawan bisa mendapatkan reward berupa voucher dan lain-lain.

”Kita nanti kerjasama dengan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restorant Indonesia) dan sebagainya, mereka bisa mendapatkan merchandise, diskon atau apalah,” katanya.

Menurut dia, konsep seperti itu bisa meningkatkan kunjungan ke Pantai Pangandaran. ”Mereka akan tertarik mengunjungi Pangandaran, karena tertarik dengan diskon dan hadiah,” ucapnya.

Sebab, tambah dia, Kabupaten Pangandaran akan dijadikan wilayah percontohan untuk implementasi konsep tersebut. ”Akan coba di sini, kalau berhasil akan diterapkan di destinasi wisata yang lain,” terangnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran Surya Darma mengatakan banyak sekali kendala dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Pangandaran.

”Mulai dari armada, petugasnya masih kurang kalau dibandingkan volume sampah, jarak ke TPA juga jauh,” jelasnya.

Menurut dia, konsep yang dibuat oleh Dinas Pariwisata sudah cukup bagus dan bisa dicoba di Pangandaran. ”Kalau kita akan menanggulangi dalam hal –hal yang mendasar,” terangnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.