Kunjungan Orang Tua Sementara Dibatasi, Prokes Ponpes di Ciamis Diperketat

13
0

CIAMIS – Klaster pesantren sudah muncul di wilayah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Menyikapi hal itu, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Ciamis meningkatkan kewaspadaan munculnya klaster tersebut di Tatar Galuh.

Tim Penanganan Kasus Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis dr Eni Rochaeni mengatakan, saat ini semua tetap harus terapkan protokol kesehatan, karena pandemi Covid-19 masih ada. Termasuk untuk pesantren-pesantren di Kabupaten Ciamis, apalagi saat ini terjadi peningkatan kasus positif dengan total mencapai 91 orang.

Baca juga : Tak Terapkan Prokes, Polisi Bubarkan Cafe di Jalan Juanda Ciamis

“Guna mencegah penyebarannya, terutama di lingkungan pondok pesantren semuanya harus waspada dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” ucap Eni yang juga sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Ciamis kepada Radar, Minggu (4/10) pagi.

Kata dia, pihaknya meminta semua pesantren dapat menjamin protokol kesehatan dengan menjaga secara ketat tamu dari luar, ketika hendak masuk ke lingkungan pesantren.

Tentunya pesantren di Ciamis harus benar-benar steril dari orang luar dan penerapan protokoler kesehatan terutama 3M, mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker itu harus benar-benar dilaksanakan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kami sarankan di setiap pondok  pesantren ada satgas Covid-19, sehingga difungsikan untuk menjaga lingkungan peasantren. Tentunya, ketika ada orang luar masuk ke dalam pesantren harus dilakukan pemeriksaan dan menunjukkan hasil pemeriksaan test swab,” ujarnya, menjelaskan “Pengetatan kondisi di pesentren agar menjadi bagian untuk memastikan kesehatan serta keselamatan santri selama menjalani proses belajar mengajar. Kami sarankan harus ada sebuah kekompakan bersama dari pihak pesantren dan orang tua murid agar saling menjaga, sehingga penekanan corona bisa terjaga dengan baik,” katanya.

Terpisah, Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bangunsirna Kecamatan Baregbeg KH Arif Ismail Choas mengatakan, dalam pengetatan protokol kesehatan sudah dilaksanakan jauh-jauh hari semenjak tahun ajaran baru.

Tentunya, pengetatan ini guna mensterilkan lingkungan pondok pesantren untuk memutus mata rantai penyebaran corona.

“Pengetatan di pondok pesantren yang kami lakukan merupakan salah satu langkah ikhtiar. Kepada orang tua jangan khawatir, karena anak-anak baik dan sehat,” paparnya.

Baca juga : 91 Warga Ciamis Positif Covid-19, Tersebar di 16 Kecamatan 

KH Arif menambahkan, bahkan saat ini  pihaknya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat di lingkungan pondok pesantren, termasuk meniadakan dulu kunjungan orang tua murid, kalaupun mau masuk harus memperlihatkan hasil swab test.

“Kami lakukan itu demi keamanan dan kenyamanan bersama, sehingga dapat menekan penyebaran corona masuk ke pesantren,” tuntasnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.