Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3%

19.8%

7.3%

69.9%

Developer Keluhkan Penurunan Penjualan, Kuota Pembiayaan Rumah Subsidi Habis

127
0
H Indra Suhendra

TASIK – Sekretaris DPD Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Priangan Timur H Indra Suhendra menyatakan, saat ini sektor properti mengalami turbulensi atau penurunan penjualan yang luar biasa. Terlebih kuota fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) subsidi sudah habis.

“Penurunan penjualan akibat habisnya kuota subsidi saat ini dikeluhkan oleh banyak developer. Karena kondisi rumah sudah jadi, konsumen sudah ada namun tidak bisa akad karena kehabisan kuota. Memang ada kabar September ini akan ada penambahan kuota subsidi, namun belum jelas,” kata dia di Kantornya Jalan Letjen Mashudi Kota Tasikmalaya Rabu (18/9).

Indra menjelaskan, di bulan Agustus di BTN Tasikmalaya ada sekitar 270 Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K) untuk rumah subsidi, namun yang berhasil akad hanya 13 unit, hal itu terbentur keterbatasan kuota pembiayaan subsidi.

Penurunan penjualan tak hanya terjadi pada penjualan rumah subsidi, tapi juga pada rumah komersil.

“Rumah komersil ini kan cicilannya lebih besar, otomatis penjualan juga cukup sulit. Ada yang hanya terjual dua unit sebulan, padahal harga di bawah Rp 200 juta. Bahkan di beberapa developer ada yang tidak jualan sama sekali,” katanya.

Untuk rumah komersil yang harganya di atas Rp 250 bisa dibilang susah terjual sepanjang 2019 ini.

Gejala penurunan penjualan rumah itu dirasakan oleh developer sejak tahun 2018. Itu dilihat dengan adanya perlambatan-perlambatan, seperti jatuhnya harga semen, segala sesuatu harganya lebih mahal dengan kebutuhan terus meningkat.

“Termasuk beberapa objek yang mengalami kenaikan seperti listrik, setoran BPJS, harga rokok, bahan pokok dan lainnya. Pekerja pun biasanya tidak mau bekerja bila upahnya tidak sesuai dengan harga kebutuhannya,” katanya.

Dengan itu, untuk memulihkan kembali penjualan properti REI Komisariat Priangan Timur akan melakukan upaya-upaya seperti mendorong pemerintah melakukan penambahan kuota perumahan subsidi dan mencari alternatif pembiayaan seperti program bantuan berbasis tabungan.

“Itu persis seperti subsidi, cuma berbasis tabungan. saat ini terus kami sosialisasikan. Harapan penjualan properti bisa kembali pulih,” katanya. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.