Kuota Penerima Bantuan dari Pemerintah Pusat di Kota Tasik Ditambah

58
0
IST SALURKAN BANTUAN. Dinas Sosial Kota Tasikmalaya menyalurkan bantuan kepada warga di Cikadu, Kecamatan Kawalu belum lama ini.
Loading...

TASIK – Kuota penerima bantuan pemerintah pusat untuk masyarakat tidak mampu ditambah. Untuk itu, Dinas Sosial Kota Tasikmalaya akan melakukan pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Sekretaris Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman mengatakan bahwa DTKS di Kota Tasikmalaya akan ditambah. Maka dari itu, pihaknya sedang menyiapkan pembaruan. “Pelaksanaannya 2021, tapi kita uji coba di Kelurahan Cipedes dan Sirnagalih,” ujarnya kepada Radar, Senin (14/12).

Pembaruan ini, kata dia, merupakan program dari pemerintah pusat sehingga pendanaannya bukan dari APBD Kota Tasikmalaya. Pihaknya pun belum bisa memastikan anggaran dan teknis pelaksanaannya.

“Dari uji coba ini kan nanti ketahuan berapa petugas yang diperlukan, serta teknis lainnya,” kata dia.

Saat ini, sambung Hendra, jumlah masyarakat yang masuk daftar DTKS yakni sebanyak 71.929. Kota Tasikmalaya punya kuota tambahan dengan total mencapai 100 ribu lebih.

Loading...

Baca juga : Pilbup Tasik, Hasil Pleno Tingkat Kecamatan, Pasangan No 2 & 4 Beda 7.076 Suara

“Penambahannya sekitar 35 ribu, kurang lebih segitu,” tuturnya.
Dengan penambahan kuota DTKS ini, diharapkan masyarakat tidak mampu yang belum kebagian bantuan bisa diakomodir.

Karena warga yang masuk dalam data secara otomatis menjadi penerima bantuan dari program pemerintah. “Nanti include dengan KIS, KIP, PKH dan program lainnya,” terangnya.

Efek dari pandemi Covid-19 ini, lanjut Hendra, tidak dipungkiri berpengaruh pada perekonomian warga. Sehingga masyarakat yang perlu diberikan bantuan pun akan lebih banyak dari sebelumnya. “Kita upayakan supaya program ini bisa tepat sasaran,” ujarnya.

Tentang warga yang sudah masuk DTKS, lanjut Hendra, tetap akan dipertahankan dalam pembaruan ini. Karena penghapusan bantuan terverifikasi dalam program graduasi. “Kalau memang sudah bisa mandiri ya bisa ketahuan,” tuturnya.

Hasil pembaruan DTKS ini, diproyeksikan untuk dipakai pada tahun 2022. Karena pendataan tentu harus menempuh proses dan seleksi yang memerlukan waktu panjang. “Tapi mudah-mudahan bisa diterapkan di akhir 2021,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.