Warga Ciandum Resah, Khawatir Banjir Susulan Harga Beras dan BBM Naik Siginifikan

Kurang Makanan Siap Saji

14

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Warga di Kampung Jepara Satu Desa Ciandum, Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya yang terdampak banjir ban­­dang hing­­ga Kamis (8/11) belum men­­dapatkan ban­­tuan ma­kanan ma­u­pun logistik.

Bahkan untuk harga beras dan bahan bakar minyak (BBM) secara mendadak mengalami kenaikan signifikan.

“Sejak tiga hari pasca bencana, saya belum mendapatkan bantuan logistik maupun makanan,” ujar salah seorang korban banjir bandang di Ciandum, Enok Teti Rahmawati (30) kepada Radar, kemarin.

Hal ini dipersulit dengan naiknya harga beras dan BBM di wilayahnya tersebut. Seperti beras yang awalnya Rp 11 ribu per kilo menjadi Rp 25 ribu, gas 3kg dari Rp 21 ribu menjadi Rp 30 ribu dan BBM jenis pertalite dari Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu. “Mungkin karena susah mendapatkannya, jadi harga beras, gas dan BBM naik dadakan. Tapi terpaksa kita beli, sebab sangat butuh,” tuturnya.

Menurutnya, yang dibutuhkan warga di Ciandum yakni berupa makanan siap saji dan beberapa peralatan logistik seperti selimut, baju, alat tidur dan obat-obatan.”Karena hujan terus datang, dan semua pakaian warga hampir ludes terkena lumpur. Jadi butuh selimut dan pakaian, selain makanan siap saji,” tuturnya.

Enok mengaku masih merasa resah pasca banjir bandang. Sebab khawatir terjadi banjir bandang susulan, seiring masih derasnya hujan di wilayah Tasikmalaya. ”Jadi salah pilih ngungsi ke rumah saudara yang lebih aman, khawatir ada banjir susulan,“ terangnya.

Warga lainnya, Dida (35) mengatakan kondisi ekonomi di Desa Ciandum buruk, setelah terputusnya jembatan Pasanggraha-Ciandum. “Karena untuk memenuhi kebutuhan sehari hari harus melintasi jembatan tersebut, karena berada di wilayah Kecamatan Cipatujah,” paparnya.

Sehingga, kata Dida, dirinya memaklumi banyak harga sembako mengalami kenaikan yang tinggi. Karena pedagang harus memutar arah dan melewati jembatan gantung untuk bisa membeli kebutuhan pokok. ”Jadi pantas saja harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan, sebab membelinya susah bahkan taruhannya nyawa (lintasi jembatan gantung, Red),” tandasnya.

Plt Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto mengakui masih ada beberapa desa yang terisolir pasca banjir bandang seperti di Kecamatan Culamega. “Itu baru bisa kami tembus, termasuk di Desa Ciandum ini,” katanya saat memantau keadaan warga di Desa Ciandum, Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (8/11).

Untuk itu, kata Ade, di Kecamatan Culamega pihaknya sedang berupaya mengeruk material longsor yang menghalangi jalan tersebut. “Saat ini alat berat sudah turun untuk mengeruk sisa longsor,” ungkapnya.

Ade yang sementara berkantor di Cipatujah tersebut menegaskan dampak yang paling dirasakan masyarakat di desa yang terisolir, yakni sulitnya penyaluran sembako. Karena akses menuju lokasi masih diperbaiki. “Sebab jalan utama yang melintasi jembatan Pasanggraha-Ciandum sedang diperbaiki. Otomatis penyaluran sembako menjadi tersendat,” tuturnya.

Sehingga, kata Ade, di wilayah yang terisolir masih kekurangan sembako, logistik dan obat-obat-obatan. “Intinya keperluan dapur umum masih sangat kurang, saya mengajak semua pihak yang ingin membantu dipersilahkan seluas-luasnya,” tuturnya.

Dia pun menegaskan untuk korban jiwa banjir bandang tidak ada tambahan. Yakni enam orang yang sudah dinyatakan meninggal dunia. “Mudah-mudahan tidak ada lagi korban meninggal dunia, kita terus evakuasi,” terangnya.

Pihaknya dalam upaya pemulihan pasca banjir bandang di Cipatujah, tidak mengedepankan pendataan. Karena, kata dia, yang lebih penting yakni keperluan dasar masyarakat yang terdampak bencana. ”Yang lebih penting kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujar dia.

Saat ditanya mengenai anggaran yang disediakan bagi pemulihan bencana? Ade mengaku masih belum bisa memastikannya.”Kita akan koordinasikan dulu dengan TAPD, bila ada kekurangan kita akan minta bantuan provinsi,” tandasnya.

Petugas BPBD Kabupaten Tasikmalaya Amir mengatakan, banyak material longsor yang menghalangi jalan di Kecamatan Culamega. “Saat ini dari enam titik longsor sudah empat berhasil kami bersihkan, masih ada dua titik lagi,” papar dia.(ujg)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.