Kurang Pengembangan,Tonjong Canyon Sepi

45
INDAH. Bebatuan di Objek Wisata Tonjong Canyon, Kampung Tanjungsari Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah menyajikan pemandangan indah dan berpotensi menjadi destinasi wisata baru, Minggu (14/4). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

CIPATUJAH – Objek Wisata Tonjong Canyon di Kampung Tanjungsari, Nagrog, Cipatujah memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata baru. Namun, saat ini kondisinya kurang terperhatikan, akibatnya pengunjung sepi.

Ketua Karang Taruna Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah, Moharom mengatakan objek wisata ini mulai dibuka untuk umum sejak tiga tahun lalu. “Tonjong Canyon dibuka karena banyak permintaan dan memang lokasinya mempunyai daya tarik untuk dijadikan objek wisata,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (14/4).

Kata dia, yang menjadi daya tarik di objek wisata ini adalah bebatuan alami dengan bentuk yang khas berada rapi di sepanjang aliran Sungai Tonjong. “Pertama kali dibuka, objek wisata ini langsung banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah, dampaknya perekonomian warga pun terangkat,” ungkapnya.

Kata dia, saat pertama kali dibuka untuk umum, pengunjung pada Sabtu dan Minggu bisa mencapai 50 sampai 100 orang setiap harinya. Wisatawannya pun berasal dari berbagai daerah. Bahkan ada beberapa pengunjung yang berasal dari luar negeri, Jerman dan India. “Wisatawan kebanyakan menikmati pemandangan air dan bebatuan indah dengan berfoto atau berenang,” katanya.

Lanjut dia, untuk masuk ke Tonjong Canyon tidak ada tarif yang diberlakukan, wisatawan hanya membayar seikhlasnya. Akan tetapi, mereka diwajibkan membayar parkir sebesar Rp 5.000 untuk sepeda motor dan mobil. Walaupun gratis, Karang Taruna menyediakan pengamanan bagi para wisatawan. Mulai dari pelampung dan pendampingan wisata bagi pengunjung yang ingin berkeliling menikmati pemandangan alam.

Kata dia, saat ini kondisinya berubah drastis. Pengunjung ke Tonjong Canyon pun tak lagi ramai. Setiap hari libur biasanya 100 pengunjung, sekarang hanya 20 orang setiap harinya. Penurunan terjadi karena tidak ada fasilitas penunjang atau wahana tambahan yang membuat wisatawan semakin betah.

Selama ini, tambah dia, yang selalu dikeluhkan para pengunjung adalah akses menuju lokasi. Kemudian keberadaan toilet dan fasilitas lainnya. “Mudah-mudahan bisa ada bantuan dari pemerintah untuk penataan Objek Wisata Tonjong Canyon. Terutama yang menjadi prioritas adalah jalan, karena jika musim hujan jalan licin dan membahayakan pengunjung,” harapnya.

Selain fasilitas, kata dia, akan membuat rute arung jeram. Sehingga, ada daya tarik lain di samping pemandang bebatuan. Dengan demikian mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan asli desa (PADes).

Terpisah, Kepala Desa Nag­rog, Cipatujah, Eji Risandi menam­bah­kan ke depan me­ren­canakan mem­bangun fa­si­litas di Objek Wisata Tonjong Canyon. “Ta­hun ini, kami belum me­ng­a­lokasikan. Insyaallah tahun depan dianggarkan,” pungkasnya.(obi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.