Kurikulum 2013 Bisa Dipertahankan

14
0

PADANG – Mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2011-2014 Musliar Kasim meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mempertahankan Kurikulum 2013. Sebab kurikulum yang sudah berjalan selama ini masih cukup baik.

Hal itu disampaikan saat acara Silaknas Ikatan Cendiakawan Muslim Indonesia (ICMI) di Padang, kemarin (7/12). “Kurikulum 2013 dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa, bukan hanya pada pengetahuan tetapi masuk pada keterampilan,” ujar dia.

Menurut dia, Kurukulum 2013 agar lebih sempurna harus didorong oleh sumber daya manusia guru-guru yang memenuhi syarat yaitu melalui pelatihan-pelatihan. Pasalnya, sebelum Kurikulum 2013 dikeluarkan dunia pendidikan hanya sekadar untuk mendapatkan pengetahuan saja, sementara keterampilan diabaikan.

Dia mengungkapkan, untuk merumuskan Kurikulum 2013 itu setidaknya melibatkan 1.00 orang. Bahkan, katanya, beberapa negara telah mengakui kurikulum itu.

Saran dia, pergantian menteri tidak perlu mengubah kurikulum yang sudah berjalan dengan baik. Karena justru akan memulai dari nol dan kebiasaan ini tidak baik.

Ketua Tim Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Detiknas), Ilham Akbar Habibie mengatakan pendidikan ke depan harus bisa memanfaatkan teknologi seperti intelegensi artifisial. “Guru bisa memanfaatkan teknologi agar bisa menggali potensi kecerdasan siswa dan memaksimalkannya dengan penanganan yang lebih personal,” ujar dia.

Terpisah, Pengamat pendidikan Budi Trikorayanto mengatakan, Kurikulum 2013 harus disederhanakan karena kontennya sudah terlalu banyak. Karenanya dia mendukung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim untuk melakukan penyederhanaan kurikulum.

“Mas Menteri (Nadiem Makarim) sudah tepat menyederhanakan kurikulum dan mempersingkat waktu belajar. SD 4 tahun, SMP 2, SMA 2 tahun, serta belajar lebih fokus ke matematika dan sains,” ujar Budi kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Minggu (8/12).

Dia juga meminta untuk merevisi UU Nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. “Perubahan sistem pendidikan harus menyeluruh, jangan sekadar tambal sulam seperti saat ini,” kata dia. (din/fin)

loading...
Halaman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.