Kursi & Meja Rotan Sintetis Produk Lapas Tasik Dipesan Hotel dan Perkantoran

82
0
radartasikmalaya.com
Para Warga Binaan Lapas Tasikmalaya tampak sedang membuat kursi dan meja pesanan, Jumat (16/10). istimewa

KOTA TASIK – Kerajinan rotan sintetis berupa kursi dan meja produksi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya, banyak dipesan oleh hotel dan perkantoran, meski saat masa pandemi corona.

Hasil produk manufaktur ini sengaja dikerjakan di dalam Lapas untuk memberdayakan keterampilan para narapidana yang memiliki keahlian khusus.

“Bagi warga binaan yang memiliki keterampilan khusus kita salurkan ke produksi manufaktur rotan sintetis,” ujar Kepala Subsi Kegiatan Kerja Lapas II B Tasikmalaya, Arief Setiyo Budiarto, kepada wartawan, Jumat (16/10).

“Meski berjalan baru sebulan ini di masa pandemi, banyak hotel dan perkantoran yang sudah membeli hasil produk mereka,” sambungnya.

Terang Arief, hasil penjualan produk warga binaan ini diperuntukkan bagi mereka untuk bekal tambahan selama menjalani masa tahanannya.

Kursi dan meja rotan sintetis warga binaan ini pun mampu dikerjakan selama dua pekan sesuai pesanan para konsumen.

Loading...

“Harganya bervariasi mulai Rp3 sampai Rp4juta per set kursi. Dalam sebulan ini mereka sudah menyelesaikan dua pesanan,” terangnya.

Beber Arief, selain pesananan dari hotel, ada juga dari perkantoran dan perseorangan yang ingin membeli produk manufaktur warga binaan ini

Selama ini, permodalan yang didapatkan untuk memenuhi pesanan manufaktur didapatkan dari pihak ketiga.

Jadi, para warga binaan merupakan pekerja yang bahan-bahannya telah disediakan sebelumnya di dalam Lapas.

Selain manufaktur, ternyata banyak keterampilan yang dimiliki para warga binaan di bidang lainnya.

“Banyak warga binaan yang ternyata memiliki keterampilan khusus, seperti pembuatan sandal dan industri kreatif lainnya selain produksi manufaktur,” bebernya

Dia menambahkan, warga binaan juga telah menghasilkan beberapa produk inovatif lainnya seperti berbahan kayu dan bambu.

Produk warga binaan itu, harganya selama ini ditawarkan di bawah harga pasaran. Sehingga, peminat yang memesan produk kreatif Lapas Tasik masih banyak dan sebagian besar masih di wilayah Tasik dan sekitarnya.

“Jelas, harga hasil produk mereka di bawah pasaran, jadi para pemesan pun masih ada dan sedang dikerjakan oleh mereka di sini,” jelasnya.

Dengan kegiatan seperti ini diharapkan saat mereka keluar di Lapas akan memiliki penghasilan sendiri.

Bahkan, tak menutup kemungkinan mereka pun akan mampu membuka lapangan kerja bagi warga lainnya di sekitar tempat tinggalnya nanti.

“Kami berharap dengan penyaluran bakat dan keterampilan mereka di dalam Lapas, akan memberikan penghasilan saat mereka menyelesaikan masa tahanan nantinya,” harapnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.