Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4%

19.6%

8.1%

68.3%

KWG Garut Mulai Bangkit usai Pandemi Covid-19

100
0
PAPARKAN. Ketua dan Pengurus KWG melakukan pertemuan untuk membahas Kongres 1 KWG di salah satu kafe di Jalan Otista Kecamatan Tarogong Kidul kemarin. Yana Taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KIDUL – Pengusaha wedding di Kabupaten Garut perlahan mulai bangkit seiring diizinkannya pesta pernikahan. Sebelumnya, selama lebih dari tiga bulan, banyak pengusaha yang gigit jari karena pembatalan pesta pernikahan.

Ketua Komunitas Wedding Garut (KWG) Budi Kurniadi menyebut para penyedia jasa pesta pernikahan kini sudah bisa memulai aktivitasnya. Meski ada perbedaan dibanding sebelum masa pandemi Covid-19.

Baca juga : Wakil Bupati Garut Cek Kesiapan KBM Tatap Muka

“Ada 200 pelaku usaha yang tergabung di KWG. Mulai dari katering, dekorasi, perias, MC, wedding organizer hingga kesenian tradisional,” ucap Budi ditemui di salah satu kafe di Jalan Otista Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (12/8).

Meski diterpa pandemi, Budi mengaku para pengusaha jasa pernikahan masih bisa bertahan. Menurutnya, industri wedding di masa pandemi Covid-19 akan bisa menyesuaikan.

Pihaknya juga sudah melakukan simulasi pernikahan di masa new normal. Penerapan protokol kesehatan sudah dilaksanakan.

Tak hanya saat simulasi, namun juga sudah mulai diterapkan di pesta pernikahan di Garut.

Dari pandemi yang terjadi, Budi menyadari KWG harus bisa mempunyai legalitas hukum agar bisa membantu anggotanya. Pasalnya, untuk bisa berhubungan dengan pihak eksternal dibutuhkan badan hukum yang jelas.

“Kalau komunitas kan hanya untuk internal. Sedangkan sekarang kami baru terasa butuh dengan eksternal. Itu tidak bisa dilakukan kalau hanya komunitas. Makanya, sekarang akan dibentuk badan hukum di KWG,” katanya.

Baca juga : Pengurus Ju-Jitsu Garut Dilantik, Targetkan Sumbang Emas di Porda

Dengan pembentukan badan hukum, pihaknya juga bisa meningkatkan profesionalitas anggota. Pengusaha jasa pernikahan, merupakan sebuah profesi.

“Kami juga akan mengatur soal persaingan harga antarvendor. Ini yang banyak dikeluhkan. Maka butuh kode etik yang bisa jadi pegangan yang akan dibentuk pada kongres 31 Agustus ini,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.