Lagi, 6 Warga Kota Tasik Positif Corona, Lonjakan Terus Berlanjut

7144
0
ist ANTISIPASI. Gugus Tugas Kota Tasikmalaya menyemprotkan desinfektan di beberapa tempat di wilayah Kecamatan Tamansari Selasa (21/9),

TASIK – Lonjakan pasien Covid-19 di Kota Tasikmalaya masih terus berlanjut. Ada enam tambahan pasien positif Covid-19 baru yang terjadi pada hari Selasa (22/9).

Berdasarkan data Gugus Tugas Kota Tasikmalaya, Selasa 22 September 2020 tercatat jumlah total pasien positif sebanyak 78 orang. Sebanyak 20 pasien masih ditangani di ruang isolasi.
Dari jumlah total tersebut, 52 diantaranya sudah dinyatakan sembuh.

Baca juga : Terlilit Utang, Pria Ini Nekat Rampok Alfamart Sukarame Tasik Tempatnya Bekerja

Sementara enam orang lainnya meninggal dunia, termasuk pasien yang sebelumnya sempat berwisata keluarga ke luar Jawa.

Sementara ini, Gugus Tugas masih melakukan penanganan pada 225 kontak erat, 21 suspek dan 4 orang yang statusnya probable.

Terkait perkembangan tracking klaster keluarga, belum ada penjelasan lebih lanjut dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya.
Termasuk ada tidaknya keterkaitan dengan penambahan pasien yang terjadi.

Sementara itu, petugas Gugus Tugas juga melakukan penyemprotan desinfeksi ke beberapa tempat. Salah satunya di perumahan di Jalan Tamansari, Kantor Kelurahan Tuguraja dan kantor pemerintahan di lingkungan Bale Wiwitan.

Koordinator Sekretariat Gugus Tugas Kota Tasikmalaya, H Ucu Anwar menyebutkan penyemprotan tersebut merupakan upaya Gugus Tugas memberikan rasa aman bagi warga. Lingkungan perumahan dilakukan penyemprotan desinfektan, karena ada pasien yang meninggal di lokasi itu.

“Karena warga sekitar juga khawatir, jadi kita lakukan penyemprotan desinfektan,” tuturnya.

Sementara penyemprotan di komplek kantor di Bale Wiwitan memang permintaan dari pejabat Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perwakim dan termasuk kantor kelurahan. Tujuannya sama, untuk memberikan ketenangan bagi para pegawai.

“Karena ada permintaan dari lembaga terkait, kita lakukan penyemprotan di situ,” terangnya.

Terlepas dari rasa aman pasca desinfeksi, Ucu tetap meminta warga termasuk pegawai pemerintah untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Karena hal itu menjadi kunci supaya bisa terhindar dari wabah Covid-19.

“Kita tidak berharap ada penambahan pasien lagi,” imbuhnya. Sebelumnya,Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mulai melakukan tracking kepada klaster keluarga yang pulang berwisata.  Sementara ini, baru terdata ada sebagian orang dan dilakukan swab test.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat menyebutkan hasil tracking sementara baru tercatat ada 32 orang.

Namun, pihaknya masih terus melakukan penelusuran sehingga potensi penambahan masih bisa terjadi.  “Besok (hari ini, Red) kita lanjut lagi, sementara baru 32 orang,” ujarnya kepada Radar, Senin (21/9).

Ke- 32 orang tersebut, kata Uus, sudah diperiksa dan diambil sampel swab-nya. Namun belum diketahui ada tidaknya dari mereka yang tertular oleh pasien Covid-19 sebelum meninggal dunia. “Mudah-mudahan tidak ada yang tertular, tapi kita lihat nanti hasil lab-nya bagaimana,” tuturnya.

Adapun kendala yang dihadapi, sambung Uus, terbatasnya jumlah petugas yang melakukan tracking dan pengambilan sampel swab test. Sehingga upaya tersebut, tidak bisa selesai dalam waktu sehari saja.

“Tapi kita maksimalkan petugas yang ada, mudah-mudahan secepatnya selesai,” katanya.

Proses tracking untuk warga yang kontak erat dengan pasien langsung dilakukan swab test, bukan sekadar rapid test. Hal itu guna mendapat keterangan yang lebih pasti soal kondisi mereka. “Karena alatnya juga mencukupi, jadi kita lakukan dengan tes PCR,” katanya.

Terpisah, Kabid Tibum dan Tranmas Dinas Satpol PP Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah mengatakan bahwa pelanggaran protokol kesehatan masih terus terjadi di masyarakat. Khususnya, penggunaan masker dan jam operasional tempat usaha. “Setiap hari ada saja temuan, total sudah lebih dari 2.000 pelanggaran,” ujarnya.

Disinggung adakah peningkatan pengawsan supaya pencegahan penularan Covid-19 lebih maksimal, pihaknya hanya bisa mengintensifkan patroli. Ada pun hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan tetap menunggu arahan Wali Kota Tasikmalaya.

“Kita paling lebih menggiatkan patroli untuk mengingatkan dan menindak masyarakat,” ungkapnya.

Terkait klarifikasi berbohong soal perjalanan ke luar daerah, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Yusuf Ruhiman menilai tidak masuk unsur pidana.

Baca juga : Warga Cipedes Mau Edarkan 103 gr Sabu Buat Anak Muda Kota Tasik, Keburu Ketangkap BNN

Namun, dia tetap meminta masyarakat supaya tidak menutup-nutupi dan bersikap kooperatif kepada petugas. “Ya harusnya jujur saja, demi kebaikan bersama,” katanya.

Ada pun pelanggaran pidana di tengah pandemi ini, kata dia, yakni mematuhi atau menghalangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sesuai pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018. Selebihnya yakni tidak mematuhi arahan petugas soal kerumunan dan tindakan-tindakan perlawanan kepada petugas Gugus Tugas. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.