Lagi, Benda Antik Bersejarah di Museum Unigal Diembat Maling

264
0

CIAMIS – Di tahun 2018 ini, untuk kedua kalinya Gedung Museum Unigal atau Laboratorium Sejarah di bobol maling.

Pertama kali, Kampus di Jalan Tentara Pelajar Kabupaten Ciamis ini disatroni maling hari Rabu (14/2/2018).

Yang hilang adalah, dua buah rencong; cambuk bahan kuningan satu buah; cerulit madura satu buah; uang kertas lama Negara Belanda, Jepang dan Indonesia sebanyak 128 lembar.

Yang kedua kalinya, terjadi Jumat (11/5/2018) sekitar pukul 08.00.

Barang yang berhasil digondol maling adalah; dua keris peninggalan Kerajaan Galuh.

Diduga, pelaku berhasil masuk musium menggunakan kunci palsu, melalui pintu depan dan keluar pintu yang sama.

Dijelaskan Kepala Laboratorum Sejarah Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Yeni Wijayanti, periatiwa diketahui sekitar pukul 08.00, saat dirinya hendak masuk musium.

“Saat memasukan kunci, ternyata pintu terdorong dan sudah tak terkunci. Padahal belum juga di putar kuncinya. Saya yakin kemarin sore pintu sudah benar-benar terkunci,” tuturnya.

“Saat masuk ruangan, pertama saya melihat bagian etalasi kaca yang tergantung di dinding sudah berada di bawah. Ada satu buah samurai yang berada dietase sudah tergeletak di bawah. Nah, saya disana baru sadar bahwa telah terjadi pencurian,“ ungkap Yeni.

Yeni mengaku, setelah itu pihaknya segera memeriksa etalase bagian bawah.

Ternyata yang hilang adalah dua buah keris, pemberian mahasiswa yang diduga dari keris jaman Kerajaan Galuh.

“Saya heran, pintu bisa terbuka tanpa ada kerusakan sama sekali di bagian kunci. Lagi pula, sejak ada pencurian beberapa waktu lalu, kunci sudah diganti yang baru,” ujarnya.

Peristiwa dibenarkan Satpam Unigal, Arifin. Usai mendapat laporan perihal indsiden dari ketua laboratorium sejarah, pihaknya langsung menghubungi Polsek Ciamis.

Arifin menerangkan, jumlah satpam di Unigal ada 10 personel, membawahi 7 fakultas dengan luas 7 hektar.

“Jadi memang kurang terawasi semua. Seharusnya minimal 14 personel atau maksimalnya 21 orang satpam, sehingga lebih terawasi semuanya,” tandasnya.

Insiden dibenarkan Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto. Usai mendapat laporan, pihaknya segera melakukan lidik serta mengidentifikasi lokasi kejadian.

“Memang tak ada kunci pintu yang rusak. Namun bisa saja menggunakan kunci palsu. Sekarang lagi kita selidiki dan lidik intensif,” pungkasnya.

(iman s rahman / radar ciamis)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.