Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.4%

83.5%

5%

0.5%

9.5%

Lagi dan Lagi, Tadi Malam Ustaz Diseret lalu Dicekik Pakai Sorban oleh Pria Bertopeng

313
0
BENJOL. Wajah Ustaz Mastur Turmudzi (60), warga Kampung Awiluar Kelurahan Singkup Kecamatan Purbaratu yang benjol usai dianiaya oleh orang tak dikenal tadi malam (25/2). (foto: rangga/ radar tasikmalaya)

TASIK –  Meski kepolisisan sedang mengusut penganiayaan terhadap pemuka agama, ternyata penomen kekerasan terhadap pemuka agama Islam khususnya, terus terjadi dan terjadi lagi di negara ini.

Kali ini seorang tokoh agama di Kampung Awiluar RT/RW 01/02 Kelurahan Singkup Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya, Ustaz Mastur Turmudzi (60) tadi malam (25/2) menjadi korban penganiayaan. Guru Diniyah itu dicekik dan dipukul serta diseret oleh pria tak dikenal ketika hendak memimpin tahlil di rumah salah seorang warganya.

Dari keterangan yang dihimpun Radar, Ustaz Mastur hendak memimpin tahlil di salah satu rumah warga di Kampung Warung Kelurahan Singkup Kecamatan Purbaratu yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya sekitar pukul 20.00 WIB.

Saat itu, Ustad Mastur berjalan melewati jalan setapak dan gang, namun di pertengahan jalan sekitar 50 meter sebelum sampai ke rumah tahlil ada orang memanggilnya dengan alasan ada hal penting yang perlu dibicarakan. “Orangnya pakai tregos , saya juga enggak tahu dia siapa,” ungkapnya kepada Radar.

Awalnya Ustaz Mastur tidak menggubris panggilan orang tidak dikenal tersebut, karena terburu-buru harus memimpin tahlil dimana mustami sudah menunggu. “Saya jawab kalau memang perlu, nanti saja setelah tahlil,” tuturnya.

Ustaz Mastur Turmudzi (kanan) sedang menuturkan peristiwa yang menimpanya.

Tanpa diduga pria itu mengejarnya dan menarik sorban yang dia kenakan hingga kain itu mencekik lehernya. Ustaz Mastur sempat terseret sejauh 5 meter tetapi berhasil melepaskan jeratan sorbannya. Dia pun melakukan perlawanan dengan memukul wajah pelaku yang tertutup tregos.

Mendapat perlawanan, pelaku balik memukul Ustaz Mastur sebanyak dua kali dan mengenai wajah bagian kanan. Ustaz Mastur pun langsung menyelamatkan diri dengan berlari ke rumah warga tempatnya melaksanakan tahlillan. “Sandal, payung, sorban sama peci juga saya tinggalin di sana (lokasi kejadian, Red),” jelasnya.

Setelah itu, Ustaz Mastur meminta tolong beberapa warga untuk mengambil barang-barang yang ditinggalkan di lokasi kejadian. Akan tetapi, dia belum banyak bercerita atas apa yang dialaminya. “Setelah selesai tahlillan baru saya ngomong ke warga (menceritakan kejadian),” katanya.

Menurut Ustaz Mastur, pelaku memiliki postur tubuh tinggi besar dengan jumlah dua orang. Keduanya tidak ditemukan ketika warga mencarinya di sekitar lokasi kejadian. “Ada dua orang waktu itu, satu lagi hanya melihat saja,” tuturnya.

Kapolsek Cibeureum AKP Suharto datang ke rumah korban dan membawanya menjalani visum untuk kepentingan penyelidikan. Akan tetapi, dirinya enggan memberikan keterangan ketika hendak diwawancara.

Tokoh masyarakat setempat, Dede Jalal (52) mengaku kaget dengan kejadian tersebut. Terlebih korban penganiayaan itu merupakan alim ulama yang dihormati oleh warga. “Ya kaget saya juga,” ujarnya.

Hal ini memunculkan kekhawatiran bagi warga sekitar,  karena takut kejadian serupa terulang kembali. Dia pun penasaran apa yang menjadi motif pelaku menganiaya Ustaz Mastur. “Aneh saja kalau tiba-tiba saja begitu,” singkatnya.

Ketua Persatuan Umat Islam (PUI) Kota Tasikmalaya H Asep Deni Adnan Bumaerai SHI SH MH mengaku turut prihatin atas adanya kejadian ustad yang dianiaya. ”Semoga lekas ketemu pelakunya serta dapat diketahui motifnya,” ujar dia tadi malam.

Asep mengatakan maraknya kekerasan terhadap pemuka agama membuatnya khawatir akan menambah daftar panjang kejadian yang menimpa tokoh ulama. ”Jujur saja kejadian seperti ini membuat khawatir, yang pada akhirnya tidak saja meresahkan tetapi mengundang aneka spekulasi yang tidak menguntungkan bagi stabilitas kehidupan masyarakat,” singkatnya. (rga/kim)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.