Lagi, Emil Sebut Kota Tasik & Pangandaran Daerah Bandel

161
0
radartasikmalaya.com
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasik saat melakukan penindakan kepada pelanggar prokes, belum lama ini. istimewa for radartasikmalaya.com
Loading...

KOTA TASIK – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil kembali menyebut Kota Tasik dan Kabupaten Pangandaran, sebagai dua daerah di Jabar yang paling bandel dan abai protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

Dua daerah ini disebut dia, paling sering melanggar dua kepatuhan prokes yaitu kewajiban menggunakan masker di luar rumah dan menjauhi kerumunan massa.

“Yang paling tidak patuh memakai masker Pangandaran hanya 65 persen. Dan yang paling tidak patuh menjaga jarak adalah Kota Tasik di 63 persen,” ujar Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil di Gedung Sate Kota Bandung, Senin (25/01) sore.

Terpisah, Kabid Trantibum Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasik, Yogi Subarkah mengatakan, untuk pelanggaran prokes tersebut memang tiap hari ditemukan tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasik.

“Baik yang perorangan tak pakai masker, termasuk pelanggaran pelaku usaha (langgar jam operasional malam) tiap hari kita temukan pelanggarannya,” tutur Yogi kepada radartasikmalaya.com, Senin malam.

loading...

Terang dia, berdasarkan data yang tercatat di Satgas hingga Senin malam, untuk pelanggar perorangan dari awal PSBB hingga PPKM sudah terjadi 5.567 kasus.

“Dengan sanksi sosial 5525 kasus dan denda 342 kasus. Untuk pelaku usaha sudah 334 kasus, yang ditutup sementara 213 kasus dan diberi peringatan tertulis 121 kasus,” terangnya.

“Jadi sebetulnya tetap tiap hari ada pelanggaran prokes dengan berbagai alasan. Jika dipersentasikan dari sejak PSBB awal hingga PPKM ini sudah ada perubahan,” sambungnya.

Kalau awal-awal PSBB, tambah Yogi, banyak sekali pelanggaran tapi sekarang sudah ada perubahan pada prilaku masyarakat.

“Walaupun belum semuanya patuh hingga kini. Karena masih ada yang melanggar. Maka ya kita terus melakukan penindakan,” tambahnya.

Khususnya untuk jam operasional malam yang pernah tutup jam 22.00 WIB, lalu 21.00 WIB dan sekarang 19.00 WIB, terus terang hal ini yang sering ditemukan keluhan dari para pengusaha.

“Apalagi sekarang jam 7 malam karena ada beberapa segmen usaha yang hanya bisa dilakukan dari sore ke malam hari. Nah kita berikan penjelasan dan pengertiannya karena kebijakan ini untuk kebaikan kita semua,” katanya.

Tim Satgas pun sekarang ketika melakukan penindakan lebih ditekankan kepada memberikan penjelasan dan pengertian.

“Karena memang tingkat kejenuhan masyarakat sudah berbeda ketika awal PSBB dan sekarang sudah hampir setahun, yang kami rasakan reaksi dan pertanyaan masyarakat lebih kritis sekarang,” ujarnya.

Makanya kepada petugas di lapangan pun sesuai arahan pimpinan tetap tegas terukur, tetapi sisi edukasi dan edukatif-nya juga berjalan.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.