Lagi, Minggu Dini Hari Banjir Terjang Warga Sukaresik Tasikmalaya

234
0
Loading...

KABUPATEN TASIK – Cuaca ekstrim. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (22/02) sore mulai menyebabkan air Sungai Cikidang dan Citanduy kembali meluap hingga membanjiri rumah warga di Kecamatan Sukaresik, Minggu (23/02) dini hari.

Pantauan radartasikmalaya.com, hingga pukul 04.00 WIB, air banjir dari kedua sungai itu masih membanjiri rumah warga setinggi 30 centimeter.

Tepatnya rumah warga yang terendam banjir ini di Kampung Bojongsoban dan Cicalung, Desa Tanjungsari.

Salah seorang warga RT 01, RW 07, Kampung Bojongsoban, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Dodo Ajat Mustofa mengatakan, hujan baru berhenti mengguyur rumahnya pada pukul 22.00 WIB.

“Hujannya gede banget. Saya sudah siaga dan hati-hati. Karena ini saya prediksi airnya bakal banjir (masuk rumah, red) dan memang benar banjir,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com.

Air sungai yang meluap menggenangi perkampungan warga Sukaresik Tasikmalaya.

Terang dia, warga memang sudah bisa memprediksi bahwa hujan kali ini akan kembanjiran rumahnya. Apalagi, banjir ini sudah menjadi langganan setiap tahun terjadi di kampungnya.

“Makanya tadi pas usai salat Magrib saja tidur, karena harus bangun tengah malam mengamankan barang-barang penting. Dan memang saya bangun jam 22.00 WIB hingga kini saya tak tidur lagi,” terangnya.

Loading...

“Lalu saya evakuasi anak-anak, istri dan mertua saya ke tempat aman. Ini banjir memang langganan. Kemarin selama setahun tak kebanjiran. Tapi tahun ini sudah 2 kali rumah saya kebanjiran. Hingga kini air belum surut,” sambungnya.

Dia menambahkan, warga menduga air banjir ini akibat pendangkalan Sungai Cikidang dan Citanduy.

“Kalau tak segera dikeruk ya bakalan begini terus kami (mengalami kebanjiran). Dulu rumah saya paling tinggi, sekarang jadi selalu kebanjiran kang,” tambahnya.

Jelas dia, masyarakat berharap Pemkab Tasik segera melakukan pengerukan terhadap kedua sungai tersebut.

“Kalau tak dikeruk ya kami bakal kebanjiran terus. Kadang-kadang bisa sampai 3 kali kami kebanjiran dalam setahun itu,” jelasnya.

Hingga pagi hari, warga masih terus siaga memantau aliran air tersebut. Beberapa warga yang rumahnya di dataran tinggi pun terpantau bolak-balik mengecek selokan agar dapat mengecek ketinggian air banjir.

Berikut videonya:

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.