Lagi, Muncul Klaster Pesantren di Garut

38
0
Diskominfo MEMANTAU. Bupati Garut mendatangi salah satu pesantren di Kecamatan Bungbulang yang menjadi klaster penyebaran Covid-19. Dia memberikan bantuan sembako.
Loading...

BUNGBULANG – Penyebaran Covid-19 kembali mengalami peningkatan signifikan. Peningkatan terjadi karena munculnya klaster di lingkungan pondok pesantren di Kecamatan Bungbulang.

Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, di klaster pesantren tersebut terdapat 42 santri terkonfirmasi positif Covid-19.

“Saat ini seluruh santri yang positif sudah dibawa ke Rumah Sakit Medina untuk diisolasi,” ujar Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita kepada wartawan, Minggu (24/1).

Yeni menerangkan, dengan penambahan itu, total kasus positif di Kabupaten Garut sampai Sabtu (23/1) mencapai 5.651 kasus. Dari jumlah tersebut, 817 kasus isolasi mandiri, 528 kasus isolasi dan perawatan di rumah sakit, 4.131 kasus sembuh dan 175 kasus meninggal dunia.

Baca juga : Pemerintah Pusat Impor Sapi dari Meksiko, Begini Kata Pemkab Garut

loading...

Selain meningkatnya kasus positif, kasus kontak erat dan suspek juga ikut meningkat. Kontak erat totalnya mencapai 17.949 orang. Dari jumlah tersebut, 1.103 kasus isolasi mandiri dan 16.846 kasus selesai pemantauan.

Sementara untuk kasus suspek ada 6.128 kasus, dari jumlah itu, 436 kasus isolasi mandiri, 20 kasus isolasi dan perawatan di rumah sakit, 5.634 kasus selesai pemantauan dan 38 kasus meninggal dunia.

Terpisah, Bupati Garut H Rudy Gunawan mengatakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 masih terus mengalami penambahan cukup signifikan. Dalam dua hari terakhir, penambahan kasus baru selalu di atas angka 100.

Menurut dia, salah satu penyebab terjadinya penambahan kasus yang signifikan adalah kemunculan klaster pesantren baru. “Telah muncul klaster pesantren, dimana sebanyak 42 santri dinyatakan positif,” terangnya.

Ia telah ke pesantren tersebut untuk melakukan penanganan. Berdasarkan kesepakatan antara pihak pesantren dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bungbulang, 42 santri yang terkonfirmasi positif  akan dievakuasi untuk isolasi di Rumah Sakit Medina.

Sementara untuk santri lainnya, lanjut Rudy, akan menjalani karantina di lingkungan pondok pesantren tersebut. “Tentu dikoordinasikan kesehatannya oleh puskesmas setempat. Bapak camat, pak danramil dan pak kapolsek juga siap untuk memberikan perlindungan di sini,” kata dia.

Dalam kunjungannya itu, Rudy juga memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok kepada para santri. Diharapkan, imun para santri yang menjalani karantina di pesantren tetap terjaga agar tidak terpapar Covid-19.

Ia juga mengingatkan masyarakat Garut  tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebab, penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Garut masih tinggi. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.