Lagi, Pasien Corona Kluster Keluarga Warga Purbaratu Kota Tasik Meninggal

1492
0
radartasikmalaya.com
Tim pemulasaran RSUD dr Soekardjo saat mendoakan pasien Covid-19 yang meninggal dunia, Senin (09/11) malam. denden ahdani / radartv
Loading...

KOTA TASIK – Pandemi Covid-19 di Kota Tasikmalaya kembali memakan korban jiwa.

Senin malam (09/11) sekitar pukul 22.00 WIB, seorang pasien terkonfirmasi positif yang dirawat di ruang isolasi RSUD dr Soekardjo, meninggal dunia.

Hal ini menjadikan total warga Kota Tasik yang menjadi pasien positif Covid meninggal dunia menjadi 18 orang.

Pasien yang meninggal Senin malam adalah berjenis kelamin perempuan, berusia 67 tahun warga Kecamatan Purbaratu.

Pasien ini dirawat di ruang isolasi RSUD sejak 3 hari lalu dan hasil test swab-nya positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasikmalaya, Uus Supangat membenarkan adanya pasien terkonfirmasi positif Covid yang diisolasi di RSUD meninggal dunia.

“Iya, ada kasus meninggal lagi 1 pasien covid-19. Saya sudah mendapatkan kepastian pasien positif yang meninggal itu,” ujar Uus kepada wartawan, Selasa (10/11) dini hari.

Loading...

‘Kebetulan, pasien ini dirawat di RSUD dr Soekardjo. Dan memang betul terkonfirmasi Covid-19. Sekarang sedang dalam proses pemulasaran jenazah sesuai protokol Covid-19,” sambungnya.

Terang Uus, jenazah pasien ini rencana akan dimakamkan di pemakaman umum sesuai permintaan keluarga.

Tapi jika ada hal-hal yang tidak diinginkan ketika prosesi pemakaman, maka disiapkan pemakaman yang Pemkot siapkan khusus yang terpapar Covid.

“Pasein ini dirawat sejak 3 hari lalu mendapatkan perawatan. Lalu diperiksa di lab ternyata dinyatakan terkonfirmasi positif. Kebetulan memang usianya sudah di atas 50 tahun, diduga ada penyakit lainnya,” terangnya.

Uus menambahkan, pasien ini diduga terpapar Covid-19 dari kluster keluarga.

Maka, kluster keluarga ini harus menjadi perhatian semua pihak karena berkembang sporadis.

“Ini harus diwaspadai memang kluster keluarga sudah berkembang sporadis. Hampir merata diseluruh kecamatan dan di sebagian besar kelurahan. Oleh karena itu kita harus mewaspadai kluster kelusrga ini,” tambahnya.

Tegas Uus, dengan kejadian ini maka masyarakat harus betul-betul mentaati Protokol Kesehatan (Prokes), menerapkan terus 3M (Menjaga Jarak, Memakai masker dan Mencuci tangan) serta diperkuat dengan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat).

“Karena dari kasus yang ada hari ini bahwa 84 persen adalah pasien asimptomatik. Kemudian yang 16 persen baru bergejala. Ini kan asimptomatik sangat tinggi dan harus betul kita waspadai,” tegasnya.

Karena, tukas Uus, perkembangan Covid ini begitu bervariasi sekarang.

Tingkat penyebarannya khusus di Kota Tasik ini naik terus. Kemudian yang tanpa gejala juga sedang naik terus.

“Jadi harus diwaspadai semua. Ini punya potensi untuk lebih berkembang lagi. Artinya kluster keluarga ini bakal terus berkembang lagi secara masif. Ini yang kita takutkan. Dan juga yang sekarang ada pola baru dan cukup unik di Kota Tasik, yaitu yang sudah terkena Covid dinyatakan sembuh ternyata ada kasus yang terinfeksi kembali (reinfeksi),” tuturnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.