Sopir Truk Jadi Korban, Pecahan Kaca Mengenai Wajah

Lagi, Teror Pelemparan Batu

122

TASIK – Teror pelemparan batu kembali terjadi di Kota Tasik. Kali ini, seorang sopir truk menjadi korban saat melintas di Jalan Ir H Juanda, Persimpangan Bantar, Bungursari, Kota Tasikmalaya Minggu dini hari (17/2).

Sebelumnya, satu keluarga yang hendak berangkat umrah mengalami peristiwa serupa di Jalan Letkol Basir Surya Kecamatan Cibeureum, Jumat dini hari (15/2).

Sopir truk yang menjadi korban, yakni Erul Sudarno (34), warga Sin­dangsuka Kelurahan Gunung Gede Kecamatan Kawalu Kota Tasik­malaya. Saat ini kondisinya ma­sih kritis di RSUD dr Soekardjo se­telah truk yang dikendarainya dilempar batu.

Kakak ipar korban, Yati Suryani mengatakan adiknya itu hendak mengantarkan barang dari Cikatomas ke Bogor pada Sabtu malam sekitar pukul 00.30. Ketika melintasi di Jalan Ir H Juanda mereka berpapasan dengan pelaku yang menggunakan sepeda motor secara berboncengan. “Kerjanya kan sopir truk, dia mau ke Bogor nganter barang,” ujarnya saat dihubungi Radar, kemarin.

Di lokasi, kata Yati, pelaku melemparkan batu ke bagian depan mobil truk dan membuat kaca depannya pecah. Batu dan pecahan kaca pun mengenai wajah Erul yang langsung menghentikan laju kendaraan. “Kena wajahnya batu sama kaca-kaca,” tuturnya.

Korban sempat mengalami kritis dan sore kemarin kesadarannya baru muncul. Namun demikian luka yang dialaminya cukup parah sehingga Erul harus menjalani operasi. “Karena batunya itu kena ke rahang,” katanya.

Sebagai keluarga, Yati berharap ada bantuan atau keringanan biaya untuk penanganan medis adiknya. Karena secara ekonomi Erul merupakan keluarga yang tergolong sederhana, sehingga kesulitan mencari biaya operasi. “Apalagi sekarang istrinya juga lagi mengandung,” ujarnya.

Kejadian ini menuai reaksi dari masyarakat, ketua Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Tasikmalaya Ustaz Heryanto Rusdiansyah mendesak kepolisian bisa mengungkap dan menangkap pelaku pelemparan batu. “Ini jadi taruhan untuk integritas aparat hukum sebagai pengayom masyarakat yang setiap akhir pekan melakukan patroli. Pelaku harus ditangkap, karena ini urusannya soal keamanan masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, selama pelaku belum tertangkap maka keresahan akan menyelimuti masyarakat. Pihaknya pun akan membantu kepolisian supaya pelaku bisa tertangkap. “Kita juga akan mencari informasi dan berbagi informasi tersebut dengan kepolisian,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, keluarga yang hendak berangkat untuk umrah mengalami peristiwa tak sedap di Jalan Letkol Basir Surya Kecamatan Cibeureum, Jumat (15/2) dini hari. Kaca mobil mereka dilempar batu oleh pengendara motor tak dikenal.

Hal itu terjadi ketika Muhaemin (41), warga Kampung Cilandak Desa Cinunjang Kecamatan Gunungtanjung mengantarkan keluarganya ke masjid agung untuk berangkat umrah pukul 03.00. Saat berangkat mereka menggunakan tiga mobil beriringan. “Tapi saya ngisi bahan bakar dulu di Ciakar,” ujar dia.

Setelah mengisi bahan bakar Muhaemin melaju terpisah dari rombongan lain. Saat melewati Condong kondisi jalan cukup sepi, hanya ada satu dua mobil di belakangnya. “Enggak sendirian juga, ada mobil orang lain di belakang saya,” ujar pria yang juga merupakan petugas BPBD Kabupaten Tasikmalaya itu.

Saat melewati persimpangan menuju SMA 3, ada pengendara motor datang dari arah berlawanan. Tanpa diduga, salah seorang di antara mereka melemparkan batu ke kaca depan mobil Grand Livina yang dikemudikannya. “Kelihatan yang diboncengnya itu ngangkat tangan dan lemparin sesuatu,” katanya.

Akibatnya, kaca depan kursi sopir pun retak dan sebagian pecahan mengenainya. Beruntung efeknya tidak begitu parah karena dia masih bisa memegang kendali laju kendaraannya. “Saya jalan terus karena khawatir ada yang mau berbuat jahat, di dekat terminal pertamina baru bisa turun dan ngecek,” tuturnya. (rga)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.