Warga yang Butuh Darah Diarahkan ke PMI

Lagi, UTD RSUD dr Soekardjo Tak Beroperasi

8

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TAWANG – Hampir seminggu, Unit Transfusi Darah (UTD)  RSUD dr Soekardjo tidak beroperasi, termasuk Kamis (11/10). Pelayanan transfusi darah tersebut kehabisan stok bahan yang dibutuhkan untuk melakukan pengecekan darah.

Petugas Administrasi UTR RSUD dr Soekardjo, Deni Sudrajat mengatakan pihaknya sudah tidak beroperasi sejak Sabtu (5/10). Hal itu karena pihaknya tidak memiliki beberapa bahan yang diperlukan untuk melakukan pengecekan darah.

”Untuk memeriksa darah kan kita perlu bahan parameter. Kalau tidak ada bahannya ya tidak bisa dicek darahnya,” ujarnya kepada Radar Kamis (11/10).

Banyak pasien yang membutuhkan darah yang membawa pendonor, namun tidak bisa dilayani. Solusinya pasien diarahkan ke PMI untuk bisa mendapatkan darah dengan pengantar dari UTD. “Ada sekitar 50 yang datang ke sini. Sementara kita arahkan ke PMI,” tuturnya.

Pihak supplier, kata dia, menghentikan pasokan bahan ke RSUD karena rumah sakit belum melakukan pembayaran. Pihaknya tidak bisa memprediksi kapan bahan tersebut bisa dibeli pihak rumah sakit. “Tidak bisa ditentukan, kalau dibayar ya pasti dipasok,” katanya.

Dengan tidak beroperasinya UTD, para petugas hanya melayani surat pengantar ke PMI. Dalam lima hari terakhir ada sekitar 10 pasien yang memerlukan darah, namun tidak bisa melakukan transfusi. “Sebelumnya juga pernah seperti ini, jadi ini yang kedua kali,” terangnya.

Salah seorang relawan talasemia, Oos (50) menyesalkan dengan tidak beroperasinya UTD. Karena jika ke PMI pihaknya harus punya dana talang meskipun dijamin BPJS atau Jamkesda.

“Memang bisa di-klaim ke BPJS, tapi kan harus ada dana talangnya dulu,” tuturnya.Saat ini pihaknya mengakomodir sekitar 80 pasien talasemia di Tasikmalaya dengan kebutuhan total darah 180 labu per bulan. Dengan kondisi ini dikhawatirkan kondisi para pasien memburuk karena terlambat melakukan cuci darah. “Sementara yang bisa cuci darah yang punya duit dulu,” ujarnya. (rga)

loading...