Lahan Cabe di Purbaratu Kota Tasik Diserang Hama

54
0
TERDAMPAK. Petani cabai di Purbaratu terdampak cuaca buruk yang mengakibatkan komoditi pertaniannya diserang hama, Minggu (20/12). Rangga Jatnika / Radar Tasikmalaya

TASIK – Cuaca dengan curah hujan yang tinggi berdampak buruk untuk sebagian komoditi pertanian. Salah satunya pertanian cabai rawit rusak diserang hama.

Salah seroang petani, Hendra Firmansyah yang mengolah ladang cabai rawit di Kecamatan Purbaratu mengeluhkan kondisi kebunnya. Dia tidak bisa memanen karena cabai rawitnya rusak diserang hama.

“Dari setengah hektare, hanya 30 persen yang bisa diselamatkan,” ujarnya, Minggu (20/12).

Padahal, dia sudah berupaya menggunakan berbagai obat tanaman untuk menyelamatkan hasil pertaniannya. Namun upayanya tidak berbuah maksimal.

“Kalau begini kondisinya ya bisa gagal panen,” tuturnya.

Baca juga : Pilbup Tasik, WANI Lengkapi Berkas Gugatan ke MK, KPU Siap Hadapi Sengketa

Disadarinya bahwa saat ini cuaca di Tasikmalaya dan sekitarnya cukup tidak bersahabat. Dampaknya kepada hasil pertanian yang rusak.

“Curah hujan tinggi, jadi cepat diserang hama,” tuturnya.
Hal ini tentu membuatnya mengalami kerugian karena banyak cabai rawit yang tidak bisa dipanen. Sementara biaya operasional tidak bisa dihindari. “Kalau dihitung-hitung kerugian bisa 15 juta lebih,” ungkapnya.

Pihaknya berharap pemerintah bisa memperhatikan kondisi para petani. Sebagaimana di ketahui berbagai elemen masyarakat banyak mendapat kucuran bantuan efek pandemi.

“Tapi untuk para petani, sampai sekarang saya belum pernah menerima,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya H Tedi Setiadi mengaku belum mendapat ada laporan. Pihaknya pun menganjurkan petani yang mengalami masalah untuk melapor.

“Nanti petugas kita akan mengecek ke lokasi dan membantu upaya pemulihan,” tuturnya.

Dia berharap petani bisa mendaftarkan hasil pertaniannya supaya dapat asuransi. Sehingga ketika ada persoalan apalagi bencana alam bisa diklaim ganti rugi. “Sekarang pun sudah banyak yang ikut asuransi,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.