Lahan Pertanian Terus Menyusut, Pemprov Buat Perda tentang Sawah Abadi

143
0
PERINGATAN HKP. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman, Wakil Wali Kota H Muhammad Yusuf dan Wakil Gubernur Jawa Barat H Uu Ruzhanul Ulum (foto kanan) menaiki sisingaan pada pembukaan peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-47 tingkat Jawa Barat di Lapangan Upacara Dadaha, Selasa (16/7). foto-foto: Firgiawan / Radar Tasikmalaya

CIHIDEUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat H Uu Ruzhanul Ulum menyebutkan, lahan pertanian di Jabar menyempit sekitar 10 persen setiap tahun akibat pembangunan. Untuk menyelamatkan pertanian, pemerintah harus membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Sawah Abadi.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat ada sekitar 573.842 hektare lahan pertanian. Akibat pesatnya pembangunan, sekitar 10 persen atau 57 ribu hektare lahan produktif tersebut hilang. Pesatnya pembangunan tidak disesuaikan dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW). Kemudian, keluarga petani tidak lagi melahirkan generasi yang juga bertani. “Untuk itu, kami akan mendorong lahirnya petani milenial. Salah satunya membangun sekolah menengah kejuruan (SMK) pertanian di daerah yang berpotensi bidang pertanian,” tutur Uu usai membuka peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-47 Provinsi Jawa Barat di Lapang Upacara Dadaha, Selasa (16/7).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar juga akan memberikan alat per­tanian modern ke­pada kelompok-kelom­pok tani supaya anak muda tertarik ber­tani. Saat ini banyak ge­ne­rasi milenial yang enggan basah-basahan atau terkena lum­pur di sawah dan ladang. “Milenial dikom­binasikan dengan tek­nologi modern, hasilnya pasti maksimal,” kata mantan Bupati Tasikmalaya ini.

Untuk mengantisipasi penyusutan luas lahan pertanian, Pemprov Jabar juga telah membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Sawah Abadi. Artinya, lahan pertanian yang memiliki potensi tinggi tak bisa dialihfungsikan untuk bangunan. “Kami pun meminta pemerintah daerah melakukan hal serupa. Menyelesaikan Perda RTRW, kemudian Perda Sawah Abadi. Supaya orang membangun tidak sembarangan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman menyebutkan, 65 persen lahan di Kota Resik merupakan lahan pertanian. Berdasarkan catatan, sekitar 63 ribu kartu keluarga (KK) atau 35 persen warga masih bermata pencaharian sebagai petani. “Secara visi, daerah kami diarahkan sebagai kota jasa, industri dan perdagangan. Namun, potensi pertanian kami cukup besar,” kata dia.

Menurut Budi, kalangan milenial perlu menggarap potensi pertanian. Pemkot pun sudah menggulirkan program wirausaha baru (wub). Di dalamnya terdapat 300 kuota untuk pengembangan wirausaha di sektor pertanian setiap tahun. “Ini sudah berjalan selama dua tahun. Mereka dilatih, nanti diberi kesempatan permodalan yang disubsidi pemerintah,” ucapnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.