Lahan untuk Makam Covid-19 di Kota Tasik, Begini Kata Tim Gugus Tugas

483
0
Taman Pemakaman di Tamansari Kota Tasik radartasikmalaya.com
Tempat pemakaman jenazah Covid-19 di Kota Tasikmalaya. doc radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya memastikan lahan untuk pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal dunia masih tersedia.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya bahkan telah menyediakan lahan untuk pemakaman jenazah pasien Covid-19 yang beragama non-Muslim.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan mengatakan, selama ini pemakaman untuk pasien Covid-19 yang meninggal dunia difokuskan ke TPU Aisha Rashida di Kelurahan Setiawargi, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.

Pemakaman di tempat itu dikhususkan untuk jenazah Muslim. “Kan sudah ada yang dimakamkan di sana,” katanya kepada wartawan, Sabtu (05/09) sore.

Terang Ivan yang juga Sekda Kota Tasik ini, TPU Aisha Rashida memang disiapkan oleh Pemkot Tasik untuk kebutuhan pemakaman masyarakat hingga 20 tahun ke depan. TPU yang baru resmi beroperasi sejak 2018 baru terisi sedikit.

Sementara untuk jenazah pasien Covid-19 di Kota Tasik yang beragama non-muslim dimakamkan di wilayah Cisapi, Kelurahan Gununggede, Kecamatan Kawalu.

Menurut Ivan, lahan seluas 1 hektare di Cisapi itu merupakan hibah dari seorang pengusaha kepada Pemkot Tasik untuk dijadikan pemakaman khusus jenazah pasien Covid-19.

“Itu juga sudah diisi satu orang. Kemarin kan awal dihibahkan belum ada akses jalannya, tapi sekarang sudah dibuatkan aksesnya oleh Dinas PUPR. Di sana juga kan dekat dengan krematorium,” terangnya.

Berdasarkan catatan radartasikmalaya.com, pernah terjadi konflik perihal pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Kota Tasik pada April 2020.

Ketika itu, jenazah pasien Covid-19 yang beragama non-Muslim hendak dimakamkan di TPU Aisha Rashida. Namun, warga sekitar menolak, bukan karena jenazah meninggal karena kasus Covid-19, melainkan lantaran bukan Muslim.

Atas kejadian itu, pengusaha beretnis Tionghoa di Tasik menghibahkan lahan miliknya untuk dijadikan pemakaman khusus jenazah pasien Covid-19.

Ivan mengatakan, sejak saat itu tak pernah lagi timbul konflik perihal pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Sementata itu, petugas pemakaman TPU Aisha Rashida, Sulaeman menuturkan, sejauh ini telah ada tiga orang yang dimakamkan di tempat itu.

Menurut dia, pemakaman untuk jenazah pasien Covid-19 memang sengaja dipisah dari makam-makam lainnya. “Jauh dari pemakaman umum,” tuturnya.

Jelas Sulaeman, selama ini tidak pernah ada keluhan dari warga sekitar makam dan keluarga jenazah lain yang dimakamkan di TPU itu.

Sebab, blok makam jenazah pasien Covid-19 itu jauh dari pemakaman umum. Selain itu, lokasi pemakaman juga jauh dari masyarakat.

Ia menyebutkan, TPU yang memiliki luas sekira 6,3 hektare itu masih sepi peminat. Baru terdapat sekira 10 makam yang memiliki keluarga. Sementara makam lainnya untuk menguburkan jenazah tanpa identitas dari rumah sakit atau yayasan.

Menurut dia, masyarakat Tasikmalaya juga masih sedikit yang mau memakamkan anggota keluarganya yang meninggal di TPU itu.

“Soalnya jauh dari keramaian. Tak ada akses transportasi umum. Jadi masyarakat sekitar tak terganggu dengan pemakaman jenazah kasus Covid-19 di sini,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.