Lahirkan Tiga Big Match

18
0

NYON – Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) akhirnya menuntaskan proses undian (drawing) babak 16 besar Liga Champions 2019-2020. Prediksi bakal lahirnya beberapa big match benar-benar menjadi kenyataan. Dalam drawing yang dihelat Senin (16/12) petang WIB, lahir setidaknya tiga big match.

Laga yang menjadi sorotan pertama adalah Chelsea versus Bayern Munchen. Anak asuh Frank Lampard akan kembali mengulang kembali sejarah final Liga Champions 2012. Meski menjadi jalan terjal bagi Chelsea, kenangan mengalahkan Bayern Munchen tujuh tahun silam cukup membuat The Blues waspada.

Super Frenkie-sebutan Lampard tercatat menjadi pemain yang memahami bagaimana menjinakkan The Bavarian. Sepanjang karirnya, pelatih berusia 41 tahun telah bertemu dengan Bayern selama empat kali. Dari kesemuanya, tiga laga sukses ia menangkan, sementara satu kali kekalahan.

Saat menghadapi Munchen, Lampard telah menceploskan tiga gol. Meski kini berada di tepi lapangan, tak bisa dimungkiri ketajamannya meredam Bayern belum memudar.

Laga besar lainnya adalah Athletico Madrid kontra juara bertahan Liverpool di babak 16 besar. Dari dua leg pertandingan itu mencakup satu laga di markas Atletico, Wanda Metropolitano. Liverpool punya sejarah di stadion tersebut. Pada Juni lalu, pasukan Juergen Klopp mengangkat trofi kampiunnya di stadion tersebut.

Di kancah domestik, The Reds masih begitu perkasa dengan memenangi delapan pertandingan terakhirnya. Tentu ini menjadi ujian berat bagi skuat Diego Simione mengalahkan mereka dengan mudah.

Di sisi lain, Liverpool dan Atletico terbilang cukup sering bertemu dengan head to head empat kali. Hasilnya, Liverpool dan Atletico sama-sama satu kali saling mengalahkan dan dua laga lainnya berakhir imbang.

Sementara laga pamungkas lainnya adalah Real Madrid versus Manchester City. Ini menjadi reuni Pep Guardiola kembali berjumpa dengan musuh lamanya saat melatih Barcelona.

Keduanya sama-sama kuat di fase grup. Madrid yang berstatus sebagai juara grup A, hal yang sama juga diraih Manchester City sebagai juara grup C.

Secara pribadi, Pep Guardiola tentu menganggap duel ini akan sarat emosianal. Eks bek Blaugrana tentu akan memutar kembali sekian kenangan saat menghadapi Madrid. Baik saat ia menjadi pemain maupun sebagai pelatih.

Saat Guardiola melatih Barcelona, kebangkitan Real Madrid ditutup dengan rapat. Di masa kepimpinan Pep, Blaugrana mengunci enam gelar dalam satu musim, Real Madrid justru tengah kesulitan menembus babak akhir Liga Champions.

Kendati demikian, kehadiran Zinedine Zidane menjadi masalah baru bagi Guardiola. Apalagi, pria keturunan Alzajair menjadi kunci sukses Real Madrid mencatat hat-trick Liga Champions. Guardiola punya ambisi mengantarkan City meraih juara. Ia sendiri belum pernah berhasil mengantar tim yang ia tangani semenjak keluar dari Barcelona. Tentunya laga big match ini akan berlangsung sengit dan penuh emosional.

Sekadar diketahui, leg pertama akan berlangsung pada 18-19 dan 25-26 Februari 2020 waktu setempat. Sedangkan leg kedua digelar pada 10-11 dan 17-18 Maret 2020 waktu setempat. (fin/tgr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.