Lama Tersimpan, Mesin PCR Covid-19 Milik Pemkot Tasik Baru Bisa Digunakan

62
0
IST CEK MESIN. Petugas Dinas Kesehatan mengecek mesin PCR yang ditempatkan di Labkesda, beberapa waktu lalu.

CIPEDES – Sejak lama Dinas Kesehatan sudah memiliki mesin PCR yang ditempatkan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Namun demikian, baru kali ini mesin untuk memeriksa hasil swab tes Covid-19 itu bisa digunakan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat menyebutkan sebelumnya mesin itu masih perlu tambahan fasilitas pendukung. Karena mesin itu tidak bisa berdiri sendiri, diantaranya ruangan harus memiliki tekanan negatif.

“Mempersiapkan ruangan tekanan negatif sendiri enggak mudah, beberapa kali ada kebocoran,”ujarnya kepada Radar, Senin (11/1).

Baca juga : KPU Kabupaten Tasik: Petahana tak Terbukti Melanggar

Saat ini, mesin PCR tersebut sudah benar-benar bisa digunakan. Dinkes sudah mulai bisa melakukan pemeriksaan swab tes secara mandiri. “Jadi hasilnya tidak akan lama, dan tracing bisa lebih efektif,” tuturnya.

Namun demikian, kemampuan alat serta Sumber Daya Manusia (SDM) Dinkes sendiri masih terbatas. Sehingga sebagian pemeriksaan tetap dilakukan di labolatorium provinsi.

“Jadi kita masih dalam masa uji coba, paling hanya beberapa sampel yang bisa diperiksa,” katanya.

Pihaknya tidak ingin mesin tersebut, malah berakhir rusak hanya karena kecerobohan dalam penggunaannya. Dia berharap kemampuan mesin tersebut bisa dimanfaatkan lebih maksimal ke depannya. “Kita lihat dulu, establish-nya mesin itu bagaimana,” terangnya.

Meski demikian, hal ini merupakan sebuah kemajuan untuk pendeteksian warga yang terkonfirmasi Covid-19. Karena sebagian pemeriksaan bisa dilakukan dengan cepat.

“Alhamdulillah sekarang laboratorium kita sudah bisa lebih hebat,” katanya.

Salah seorang keluarga pasien positif Covid-19 yang mengaku, dia cukup kesal dengan hasil pemeriksaan swab yang lama. Bahkan sudah lebih dari dua pekan tidak juga keluar hasilnya.

“Harusnya kan bisa lebih cepat, supaya penanganan pun lebih tepat,” ungkap pria yang enggan disebutkan identitasnya itu.

Selama menunggu hasil swab, pihaknya mengaku cukup gelisah menunggu hasilnya keluar. Menurutnya, wajar jika sebagian warga enggan untuk memeriksakan diri. “Karena kita malah jadi enggak tenang karena hasilnya lama,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.