Langgar PSBB, 116 Tempat Usaha di Kota Tasik Ditutup Sementara

1196
0
Ilustrasi PSBB

KOTA TASIK – Empat hari pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) proposional di Kota Tasikmalaya masih ditemukan banyak pelanggar Protokol Kesehatan (prokes).

Ada ratusan tempat usaha ditutup dan ratusan warga yang didenda, karena melanggar Prokes.

Pelanggar prokes tersebut mayoritas didominasi warga yang tidak menggunakan masker atau berkerumun di lokasi umum.

Kepala Bidang (Kabid) Trantibum Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasik, Yogi Subarkah mengatakan, saat ini tim gugus tugas terus melakukan sosialisasi dan pengarahan kepada masyarkat dan tempat usaha untuk Surat Edaran (SE) yang baru.

“Sebetulnya pelanggar masih tetap di temukan. Meski masih fokus dalam tahap sosialisasi SE baru,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Kamis (14/01) siang.

Terang dia, SE baru itu merupakan kebijakan baru yang harus di sosialisasikan.

Apalagi sebelum turunya SE baru itu, dua hari sebelumnya ada perubahan kebijakan.

“Itu kan awalnya pembatasan jam operasional pukul 22.00 WIB, dua hari sesudah ES terbit juga ada SE baru dengan pembatasan jam operasional hanya sampai pukul 19.00 WIB,” terangnya.

Kedepannya, beber dia, agar menjadi perhatian para tempat usaha, pihaknya akan menyiapkan list prokes untuk mempermudah pendataan pelanggar prokes di setiap tempat usaha.

“Dengan list itu akan ketahuan tempat usaha yang menerapkan tidaknya prokes di tempat-tempat usaha,” bebernya.

Isi dalam list tersebut nantinya akan ada berbagai list, mulai dari tempat cuci tangan, handsnitizer, tempat duduk jaga jarak, dan lainnya.

Termasuk adanya satgas Covid-19 di setiap tempat usaha.

“Bila ada tempat usaha, yang melanggar nantinya akan di cek kembali pelnggaranya,” tambahnya.

Saat dicek, tempat usaha, yang apabila di cek masih belum memenuhi list tersebut akan diberikan sanksi sesuai surat edaran.

“Tentu sangsi akan diberikan bila sudah ada teguran, administrasi hingga penutupan sementara dan permanen sesuai ketentuan,” tegasnya.

Selain untuk kejelasan pelanggaran, juga untuk mempermudah pengecekan petugas patroli prokes lapangan.

“Tempat usaha juga harus memperbaiki pelanggaran itu,” tukasnya.

Hingga kini di Kota Tasik sudah terjadi 5.044 warga tak pakai masker disanksi sosial.

Ada 182 tempat usaha melanggar jam operasional, denda 332 orang dan ditutup sementara 116 tempat usaha.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.