Lapang Dadaha Kota Tasik Dikunci, PKL Ngabuburit Jualan di Pinggir Jalan

1407
0
BERJUALAN. Para pedagang berjualan di Jalan Kawasan Dadaha Jumat (24/4) sore. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

Ramadan tidak lepas dari jajanan takjil dan keriuhan suasana ngabuburit. Meskipun dalam ancaman wabah, lapak-lapak jajanan takjil sudah bermunculan di hari pertama puasa.

Laporan: Rangga J-Firgiawan

Jumat sore (24/4), para pedagang sudah mulai terlihat membuka lapak di trotoar Jalan Dadaha. Produk dagangan mereka bervariasi. Mulai makanan dan minuman untuk takjil.

Baca juga ; Pemkab Tasik Beli Kendaraan Rp7,5 M, Damkar & Truk Sampah Masih Kekurangan

Biasanya, di bulan Ramadan, para pedagang membuka lapak jualan di Lapangan Dadaha. Namun lapangan itu kemarin sore terlihat lengang. Karena pintu gerbangnya memang dikunci.

Pemandangan serupa juga terlihat di seputaran Alun-alun Kota Tasikmalaya. Beda dengan di Dadaha, di Alun-Alun, jumlah PKL dadakannya lebih sedikit dan jarang. Di lokasi terlihat ada petugas berseragam Satpol PP berjaga.

Loading...

Sebelum pukul 17.00, kondisi masih terlihat sepi. Sebagian besar pedagang belum melayani pembeli. Beda halnya ketika mendekati magrib di mana mereka disibukkan meladeni konsumen.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelola Komplek Dadaha Gumilang Herdis Kiswa mengaku mendapat usulan dari kelompok pedagang. Mereka ingin berjualan di kawasan Lapangan Dadaha. “Karena setiap tahun kan lapangan itu jadi Pasar Ramadan,” ungkapnya.

Namun demikian saat ini kondisinya berbeda. Pemerintah memberlakukan physical distancing untuk mencegah wabah Covid-19, sehingga dia tidak mengabulkan ajuan dari para pedagang tersebut. “Jadi lapangan tetap kita kunci,” terangnya.

Dia pun tidak mengira mereka tetap membuka lapak di tepi jalan. Menyikapi hal itu, dia belum bisa berkomentar apa-apa. Dia akan berkonsultasi dengan OPD-OPD terkait lainnya.

“Ya nanti kita akan komunikasikan dulu,” tuturnya.

Sementara itu Kabid Trantibum dan Tranmas Dinas Satpol PP Kota Tasikmalaya Yogi Subarkah menga­takan pihaknya sudah menurunkan petugas ke lapangan. Dia akui lapak-lapak pedagang sudah bermunculan. “Sementara kita fokuskan di Alun-alun dan Taman Kota,” tuturnya.

Lapak pedagang dadakan hanya merupakan bagian dari sasaran operasi. Pihaknya menginstruksikan anggota supaya mencegah adanya kerumunan-kerumunan, termasuk di lapak jajanan.

“Untuk saat ini kita utamakan tidak terjadi kerumunan,” tuturnya.

Disinggung soal PKL di Dadaha, Yogi menyebutkan pihaknya akan berkomunikasi lebih lanjut dengan UPTD. Pasalnya di masa pandemi Covid-19 ini, kawasan tersebut menjadi tanggung jawab UPTD Dadaha.

“Sekarang kan ada UPTD, tapi nanti kita akan komunikasikan,” imbuhnya.

Area Publik

Masih Tertutup

Memasuki Ramadan, tingginya kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya membuat sejumlah fasilitas umum yang ditutup sejak Maret 2020 masih terlarang untuk digunakan publik.

Satpol PP Kota Tasikmalaya menyisir sejumlah ruang publik di waktu ngabuburit. Hal itu untuk menekan risiko penyebaran Covid-19 dari orang ke orang.

“Hari pertama Ramadan ini, kami stand by sejak pagi. Khawatir ada warga atau pedagang yang beraktivitas di ruang publik. Sesuai edaran wali kota, saat ini fasilitas umum tersebut masih belum beroperasi,” kata Kepala Seksi Operasi dan Penindakan Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya Sandi Apriadi saat dihubungi Radar, Jumat (24/4).

Sejumlah lokasi yang biasa digunakan masyarakat mengisi waktu Ramadan, terlihat mulai dikunjungi. Seperti di Alun-alun Kota Tasikmalaya. Di sana ditemukan beberapa masyarakat nongkrong dan pedagang takjil dan kuliner mulai melapak.

Baca juga : Belanja Sembako di Pasar Cikurubuk Kota Tasik tak Perlu ke Luar Rumah

“Itu kami langsung berikan edukasi dan arahan. Sebab, bukan menghentikan aktivitas mereka untuk berjualan tetapi fasilitas umum ini masih ditutup,” kata dia.

Titik lainnya, lanjut Sandi, seperti Taman Kota pun terlihat mulai dikunjungi wisatawan domestik. Beberapa anak muda yang sedang mengisi waktu luang terlihat tengah duduk-duduk di area taman. “Maka personel setiap hari akan kami stand by-kan sejak pagi. Tadi pun sekitar Pukul 8 sudah ada yang masuk ke area taman,” ujarnya. (*)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.