Lapang Jayaraga Dipenuhi Ilalang

TAK TERAWAT. Lapang Jayaraga jarang digunakan karena ditumbuhi ilalang. (Yana Taryana / radartasikmlaya.com)

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TAROGONG KIDUL – Lapang sepak bola Jayaraga di Desa Jayaraga Kecamatan Tarogong Kidul tak terawat. Lapangan yang sudah direnovasi Pemerintah Kabupaten Garut ini tidak bisa digunakan karena dipenuhi ilalang.

Salah satu pegiat sepak bola Asep Sudrajat menyayangkan kondisi lapang tersebut. Pasalnya, kata dia, anggaran yang digelontorkan pemerintah kabupaten dalam renovasi lapang sepak bola mencapai Rp 2 miliar.

Anggaran tersebut sebesar Rp 1,8 miliar untuk perbaikan. Sisanya dipakai dana konsultan. “Kondisinya sekarang seperti ini,” terang salah satu pengurus PSSI Kabupaten Garut ini.

Asep menerangkan karena tidak ada perawatan, banyak rumput liar yang tumbuh di sekitar lapang. Bahkan di salah satu sisi lapang, rumput liar sudah setinggi betis orang dewasa.

“Saya cukup kecewa dengan keadaan Lapang Jayaraga saat ini. Karena lapang yang cukup bersejarah ini malah seperti padang ilalang. Masa baru diperbaiki tapi kondisi kayak gini (tak terurus),” katanya.

Ia menilai dana yang digelontorkan Pemkab Garut mubazir. “Seharusnya kan Dispora bisa ngurus lapang ini. Minimal suruh orang buat siram rumput,” ujarnya.

Selain itu, terang Asep, saat perbaikan lapang seharusnya Pemkab Garut terlebih dahulu membuat sumur. Pasalnya, tidak ada sumber air di Lapang Jayaraga.

“Mau nyiram gimana, airnya juga nggak ada di sini mah. Kalau niat harusnya bikin sumur air dulu. Masa mau minta air ke warga,” katanya.

Hal senada dikatakan Kepala Sekolah Sepak Bola (SSB) Pamong Praja Amirudin Latif. Dia menyayangkan kondisi lapang sepak bola Jayaraga. “Bukannya bagus setelah direnovasi, malah tidak bisa dipakai,” terangnya.

Awalnya, kata dia, dirinya menyambut baik perbaikan Lapang Jayaraga. Ia berharap lapang yang menjadi markas tim Persigar itu bisa lebih baik.

“Kondisinya sekarang masih mending dulu (sebelum perbaikan). Sekarang kondisinya malah lebih parah. Saya nggak berani bawa anak-anak latihan di sini,” ucapnya.

Posisi drainase yang lebih tinggi dari lapang, tambahnya, sangat membahayakan para pemain. “Dulu memang belum ada drainase. Niatnya bagus biar air nggak menggenang di lapang kalau hujan. Cuma pelaksanaannya nggak benar. Kalau nanti ada pemain jatuh bisa kena drainase,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut Kuswendi mengakui lapang sepak bola Jayaraga tidak terawat.

Hal itu karena tidak ada anggaran untuk perawatan. Tetapi, dirinya optimis lapang Jayaraga bisa digunakan akhir tahun ini. Hal itu karena Pemkab Garut akan menggelontorkan dana tambahan untuk perawatan lapangan.

“Pemeliharaan lanjutan akan segera dilaksanakan setelah anggarannya turun. Rencananya pemkab akan mengeluarkan anggaran perawatan tambahan itu Rp 200 juta,” terangnya.

Bupati Garut H Rudy Gunawan mengatakan tambahan dana untuk pemeliharaan lapang Jayaraga sebesar Rp 200 juta dianggarkan pada APBD Murni 2019. Pada awal tahun, proses pengerjaannya sudah dilakukan.

“Saya juga ingin itu difungsikan dan digunakan. Sekarang kan sudah ada drainase, kalau hujan besar air tidak akan menggenang lagi,” ucapnya.

Untuk saat ini, kata dia, lapang belum bisa dipakai. Anggaran tambahan tersebut akan digunakan untuk merawat rumput. Selain itu, pihaknya juga akan membuat sumur untuk kebutuhan di Lapang Jayaraga.

“Ada sumur yang sedang dibuat. Sudah panggil Dispora untuk proses pembuatan sumurnya,” katanya.

Terkait banyaknya rumput liar di area lapang, Rudy menyebut akan segera melakukan pembersihan. Lapang Jayaraga diharapkan bisa bermanfaat dan menjadi tempat berlatih atlet sepak bola dari Garut. “Minggu depan akan dibersihkan,” terangnya. (yna)

loading...