Laporan Kejanggalan Pilkada Tasik, Tim WANI Merasa Diintimidasi

146
0
KONFERENSI PERS. Tim Iwan-Iip (WANI) menggelar konferensi pers terkait persiapan jelang persidangan MK dan menjelaskan adanya tindakan intimidasi dari tiga orang yang tidak dikenal, Kamis (24/12). UJANG NANDAR / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

SINGAPARNA – Tim Pasangan Iwan-Iip (WANI) mengaku merasa diintimidasi soal aksi unjuk rasa yang dilakukan massa pendukung dan laporan ke Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya terkait berbagai pelanggaran-pelanggaran di Pilkada 2020.

Ketidaknyamanan calon maupun pendukung, simpatisan beserta relawan WANI bukan tidak beralasan. Penyebab awalnyan pada Kamis (24/12) malam di Sekretariat Bersama (Sekber) Tim Pemenangan WANI di Cikunir, Singaparna.

Pada waktu itu ada tiga orang yang mendatangi sekber. Ketiga orang tersebut dua orang laki-laki dan satu orang perempuan. Menurut relawan di lokasi, ketiganya diduga dalam kondisi mabuk.

Koordinator Tim Relawan dan Simpatisan WANI, Irman Meilandi menuturkan, relawan dan simpatisan Iwan-Iip merasa terintimidasi karena ada hal yang tidak terduga di tengah proses pelaporan-pelaporan yang dilakukan Tim Pemenangan WANI ke Bawaslu.

“Seperti contoh, Kamis (24/12) malam ada tiga orang yang datang ke Sekber WANI di Jalan Cikunir, Singaparna dalam keadaan mabuk dan sempat menyampaikan kepada relawan simpatisan Iwan-Iip untuk diam,” katanya.

Loading...

Baca juga : Rem Blong, Truk Nyaris Masuk Jurang di Gentong Tasik

“Kami juga tidak mengenal ketiga orang tersebut asalnya dari mana. Tetapi yang jelas mereka menyampaikan agar Tim Iwan-Iip diam dan tidak melaporkan terus calon nomor urut dua. Kita berpikirnya itu hanya memancing dan intimidasi saja,” ujar Irman kepada Radar, Jumat (25/12).

Bahkan, kata dia, ketiganya meminta agar dibuat surat pernyataan atau perjanjian, agar tim dan massa pendukung Iwan-Iip tidak melakukan terus aksi unjuk rasa dan diminta diam tidak melakukan apa-apa.

“Bahkan kami merekam saat ketiganya dalam keadaan kondisi mabuknya,” terang dia.

Pada akhirnya, kata dia, baik calon, tim pemenangan, massa pendukung, relawan dan simpatisan Iwan-Iip tidak akan terpancing dengan kejadian tersebut. Pihaknya tetap akan melaporkan kejanggalan yang dilakukan oleh calon petahana di Pilkada Tasik untuk diungkap dan dilaporkan ke Bawaslu.

Bahkan, tambah dia, Wakil Ketua Koordinator Lapangan (korlap) Aksi Massa Pendukung Iwan-Iip yakni Dadi Abidarda dalam konferensi persnya Kamis (24/12) siang di Sekber WANI menyampaikan bahwa sempat bertemu dengan salah satu unsur pimpinan KPU.

“Jadi dalam pertemuan dan perbincangan dengan pimpinan KPU tersebut, Pak Dadi Abidarda mendapatkan tawaran sesuatu (tidak melanjutkan laporan, Red), jadi bahasanya bukan mengiming-imingi. Bahkan ketua KPU-nya sendiri sudah membantah bahwa berita tersebut bohong,” kata dia.

Namun, jelas dia, Dadi Abidarda siap untuk mengkonfortasi atau menyampaikan bahwa pernyataan yang disampaikan oleh pimpinan KPU tersebut benar pada saat pertemuan dengan Dadi.

“Jadi Pak Dadi ini diundang oleh ketua KPU di satu lokasi. Pas selesai bertemu Pak Dadi ada bahasa atau pernyataan dari ketua KPU. Walaupun dibantah oleh KPU, tetapi kami atau Dadi Abidarda siap menyampaikannya,” terang dia.

Dia menambahkan bahwa tim pemenangan WANI tidak akan tinggal diam, tetap akan terus melaporkan kecurangan yang terjadi di Pilkada Tasik. Apalagi sekarang sudah banyak laporan-laporan yang sudah ditangani Bawaslu.

“Kami semakin yakin bahwa kecurangan ini semakin terang benderang dan terjadi di Pilkada Kabupaten Tasikmalaya. Kami tunggu dan berharap Bawaslu memproses semua kejanggalan dan kecurangan di pilkada saat ini, karena sangat ditunggu jawabannya oleh publik,” tambah dia.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Radar melalui pesan singkat WhatsApp, Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya Zamzam Zamaludin SP tidak ingin banyak memberikan tanggapan. “Biarkan saja, pilkada sedang dalam proses hukum,” singkatnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.