Larangan Hijab bagi SPG Baru Diprotes

116
KLARIFIKASI. Perwakilan Mujahid Tasikmalaya Menggugat (kiri) mendatangi kantor perusahaan produk kosmetik di Jalan KH Mamun Sodik, Kecamatan Cipedes, Selasa (19/2). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

CIPEDES – Mujahid Tasikmalaya Menggugat (MTM) mendatangi perwakilan sebuah perusahaan produk kosmetik di Jalan KH Mamun Sodik, Panglayungan, Kecamatan Cipedes untuk mengklarifikasi terkait larangan berhijab bagi pelamar baru untuk posisi sales promotion girl (SPG). Informasi larangan berkerudung itu beredar di media sosial (medos) sehingga meresahkan para netizen.

Ketua MTM H Nanang Nurjamil menerangkan ada salah seorang pengguna akun Facebook yang minta bantuan untuk mengklarifikasi terkait larangan berhijab bagi pelamar baru ke perusahaan tersebut. Maka dari itu, pihaknya turun tangan untuk mencari kejelasan. “Kami khawatir terjadi gejolak maka datangi untuk tabayun,” ujar dia saat mendatangi kantor distributor di Panglayungan, Selasa (19/2).

Menurut dia, apabila persoalan tersebut tidak segera disikapi, khawatir akan mengganggu kondusivitas di Kota Santri dan informasinya jadi liar. Apalagi, di Kota Tasikmalaya ada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2014 tentang Tata Nilai Kehidupan Masyarakat yang Religius.

“Ini sensitif, maka kami datangi. Namun, ketika tadi dimintai klarifikasi ternyata ada kecerobohan dari pihak perusahaan dalam memberikan jawaban terhadap salah seorang pelamar dengan kalimat ‘maaf kebijakan baru sekarang ngga boleh pake kerudung’. Otomatis itu menjadi santer di medsos,” tuturnya memaparkan.

Dari hasil klarifikasi, kata dia, alasan mencantumkan poin larangan berhijab tersebut lantaran, desain seragam untuk SPG produk sampo itu tidak sesuai bagi karyawan berhijab. “Memang menyulitkan juga ketika wanita berhijab menggunakan seragam tersebut. Jadi akan banyak tambahan aksesoris nantinya,” kata dia.

Sales Koordinator PT Cakra Daya Unggul, produsen produk Vienna, Asep Sopyudin menyebut secara umum tidak ada larangan berhijab bagi karyawannya. Hanya saja, saat membuka lamaran baru untuk SPG, kebetulan seragam yang diterimanya dari perusahaan pusat tidak mendukung bagi pengguna hijab. “Sebetulnya tidak ada larangan untuk berhijab, SPG yang lama di dua tempat berbeda, semua mengenakan hijab. Namun, untuk SPG yang baru ini, seragamnya tidak mendukung untuk menggunakan hijab, jadi sayang juga kalau untuk yang berhijab menggunakan seragam semacam itu,” ucapnya menjelaskan.

Pihaknya akan mengembalikan seragam tersebut dan meminta seragam baru agar SPG berhijab bisa mengenakannya seperti SPG produk kosmetik sebelumnya. “Saya meminta maaf, karena ini murni kesalahan kami dalam menyampaikan informasi. Ini pembelajaran bagi kami,” ujar dia. (igi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.