Lawan Covid-19 Jangan Panik, Agar Imunitas Tubuh Tetap Terjaga

279
0

KOTA TASIK – Psikolog Layanan Konseling Poltekes Kemenkes Tasikmalaya, Rinnie Rianny Dewi, Psikolog meminta masyarakat agar mengurangi stres dan tidak panik dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Menurutnya, kepanikan seseorang akan berdampak terhadap menurunnya imun atau daya tahan tubuh sehingga rentan tertular virus.

Rinnie mengatakan, setiap bencana atau wabah itu akan memberikan efek yang lebih besar secara psikologis dan mempengaruhi kondisi fisiknya, yang tadinya sehat bisa menjadi sakit, yang sudah sakit bisa menjadi lebih parah sakitnya.

Baca juga : Pembatasan Orang Masuk, Pemkot Tasik Dirikan 9 Posko di Perbatasan

“Jika kita saat ini sedang beraktivitas, tiba tiba wabah datang, maka terjadi shock dalam diri,” kata Rinnie saat dihubungi wartawan, Senin (30/03) sore.

“Di tambah dengan adanya kebijakan pemerintah untuk ‘dirumah saja’ sampai karantina lokal tentu besar efeknya bagi masyarakat dan kemungkinan untuk terjadinya gangguan-gangguan psikologis baik ringan ataupun berat muncul,” sambungnya.

Baca juga : Jalur Kawalu Kota Tasik yang Dilintasi Jasad Positif Corona Disemprot Desinfektan

Rinnie menerangkan, dampak psikologis meluas tidak hanya pasien, melainkan juga keluarga pasien, masyarakat umum dengan segala aktivitasnya, termasuk paramedis dan keluarganya.

Sebagai contoh adalah masyarakat menengah kebawah seperti para pedagang yang mengandalkan kehidupan sehari-harinya dengan berjualan.

Mereka yang membutuhkan penghasilan harian berada dalam kondisi dilema dengan adanya kebijakan pemerintah untuk dirumah saja, dengan kebutuhan hidup sehari-hari, tanpa ada solusi selama adanya Wabah Covid-19 ini terjadi.

‚ÄúPikiran yang negatif, stress, kecemasan, dan kepanikan akan menurunkan imun sehingga akan rentan terserang penyakit atau tertular virus,” bener Rinnie.

Maka dari itu, tambah Rinnie, jika tidak ingin terserang virus atau penyakit, berpikir positif mutlak harus dilakukan, termasuk dengan berpikir bahwa PHBS, nutrisi dan pola makan.

Serta, kata dia, kebijakan pemerintah seperti Social Distancing, Stay at home (diam di rumah), dengan tetap melakukan aktifitas positif bahkan produktif sebisa mungkin, insyaallah akan bisa melawan virus.

“Yang utama adalah menenangkan diri, karena kondisi tenang itu akan mempengaruhi metabolisme. Sehingga daya tahan tubuh akan lebih bagus. Walaupun virus berada di dalam tubuh kita, dia (virus) tidak akan mendominasi, dan akan kalah dengan sendirinya. Dan tak kalah pentingnya adalah senantiasa berprasangka baik kepada sang Pencipta,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.