Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.9%

19.6%

8.2%

68.3%

Lebaran, Jalur Gentong Tasik Lengang & Penghasilan Pedagang pun “Lengang”

486
0

KABUPATEN TASIK – Pandemi Covid-19 (corona) menjadi pengalaman terburuk bagi para pedagang makanan yang berjualan di Jalur Gentong, Kabupaten Tasikmalaya.

Betapa tidak, jalan nasional yang melintasi wilayah tengah Jawa Barat ini, biasanya ramai pengunjung, terlebih saat momen Lebaran.

Bukan karena mereka terpapar Covid-19, melainkan wabah membuat segala lini usaha terdampak, termasuk usaha mereka. Karena lalu lalang kendaraan pemudik dan pebalik sangat sepi alias Lengang.

Salah satu penjual makanan di sisi jalan Jalur Gentong, Ining (34) mengaku, penghasilannya pada momen Lebaran kali ini sangat menurun.

Pasalnya, adanya larangan mudik dari pemerintah, membuat jalan-jalan sepi.

Kata dia, Jalur Gentong yang biasanya selalu ramai ketika momen arus mudik dan arus balik, menjadi sepi.

Imbasnya, pelanggan yang mampir ke warung nasi miliknya ikut menurun.

“Asli, ini pengalaman terburuk,” kata dia yang berjualan di samping Pos Letter U Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya kepada wartawan, Rabu (27/05).

Ia menerangkan, sejak membuka warungnya sekira pukul 06.00 WIB, pelanggan yang datang ke warungnya bisa terhitung dengan jari.

Kondisi itu sangat berbeda dengan momen Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya, ketika Jalur Gentong selalu mengalami kemacetan ketika arus mudik maupun arus balik.

“Sepi sekarang mah. Biasa tahun lalu ada ratusan yang mampir, sekarang mah nol yang lewat beli ke warung saya,” terangnya.

Salah seorang pedagang makanan lainnya, Turnia (46) menuturkan, momen Lebaran kali ini penghasilannya menurun lebih dari 90 persen.

Sepinya arus lalu lintas berujung pada menurunnya pelanggan yang datang ke warung nasinya.

Ia menyebutkan, pada momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya, keuntungan yang didapat bisa lebih dari Rp5 juta. Sementara kali ini, keuntungan Rp1 juta pun belum ia dapati.

“Tahun lalu saya juga sampai capek ngelayanin yang beli. Tahun ini mah santai karena sedikit pembelinya. Paling parah sekarang sepinya,” tutur lelaki yang sudah belasan tahun berjualan di Jalur Gentong itu.

Menurut dia, pada hari biasa masih banyak kendaraan barang seperti truk dan kontainer yang melintas dan mampir ke warungnya. Namun, saat ini tak ada truk atau kontainer yang melintas.

“Mending hari biasa. Kalau hari biasa ada truk dan kontainer, tapi kan sekarang belum beroperasi,” jelasnya.

Menurut dia, sepinya jalur gentong telah terjadi sejak awal Ramadhan. Menjelang Lebaran, arus lalu lintas yang biasanya ramai justru bertambah sepi.

Alhasil, tak bayak yang bisa diharapkan dia. Namun, lantaran usaha itu merupakan satu-satunya pekerjaannya, ia tetap berjualan meski tak banyak pelanggan yang mmapir ke warungnya.

(rezza rizaldi)

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.